Kompas.com - 16/03/2022, 17:00 WIB

 

KOMPAS.com – Setiap perusahaan maupun pemerintah pastinya memiliki laporan keuangan. Baik itu laporan harian, bulanan, maupun tahunan kembali ke sistem kerja masing-masing.

Seorang akuntan yang membuat laporan keuangan, masih belum dianggap benar 100 persen. Sehingga diperlukan sebuah jasa untuk memeriksa hasil laporan keuagannya. Jasa tersebut sering disebut audit. Orang yang melakukan pekerjaan tersebut dikenal sebagai auditor.

Auditor pada umumnya bekerja memeriksa laporan keuangan yang disertai bukti-bukti sehingga keputusannya dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam mengaudit laporan keuangan, seorang auditor tidak boleh asal mengoreksi. Sebab, apabila tidak sesuai aturan yang berlaku dapat membahayakan pengguna maupun perusahaan atau pemerintah sebagai pemilik laporan keuangan tersebut.

Baca juga: Audit dan Auditor: Pengertian, Peran, dan Jenis

4 Tahap-tahap Laporan Keuangan

Berikut merupakan tahap-tahap yang perlu dilakukan auditor dalam mengaudit laporan keuangan:

Penerimaan perikatan audit

Tahap ini terjadinya kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan perjanjian dengan klien atas laporan keuangan yang akan diaudit.

Apakah klien akan menerima atau menolak perikatan audit. Selanjutnya, apakah dapat dilanjutkan atau dihentikan perikatan audit ini.

Dalam buku Modern Auditing Edisi Ketujuh (2003) oleh Boyton, menerima dan melanjutkan klien audit melibatkan elemen-elemen penting mengenai pemahaman bisnis dan industri, materialitas, risiko audit, dan pertimbangan jasa bernilai tambah. 

Perencanaan audit

Tahap ini merupakan tahap ditentukannya kualitas atau keberhasilan seorang auditor dalam melakukan audit atas laporan keuangan. Dalam tahap ini terdapat tujuh tahap yang harus ditempuh auditor sebagai berikut:

  • Memahami bisnis dan industri klien
  • Melaksanakan prosedur analitik
  • Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
  • Mempertimbangkan risiko bawaan
  • Mempertimbangkan faktor yang berpengaruh atas saldo awal di tahun pertama
  • Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
  • Memahami pengendalian intern klien

Baca juga: Bukti Audit: Pengertian, Kompetensi, dan Tipenya

Pelaksanaan pengujian audit

Tahap ini mulai dilakukan pengujian audit yang pastinya mengacu pada tiga standar audit untuk mendapatkan bukti audit yang efektif. Dalam tahap ini juga auditor bekerja di lapangan sehingga harus menyesuaikan standar audit lapangan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.