Kompas.com - 29/01/2022, 11:36 WIB


KOMPAS.comTeori apungan benua adalah teori pembentukan permukaan bumi yang dicetuskan oleh seorah ahli metereologi dan geofisika bernama Alfred Lothar Wegener. Bagaiamana proses pembentukan permukaan bumi menurut teori apungan benua?

Menurut Wegener, permukaan bumi awalnya merupakan satu permukaan yang sangat besar disebut sebagai superbenua Pangea. Dilansir dari National Geographic, Pangea ada sekitar 240 juta tahun yang lalu dan mulai terpecah sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Teori apungan benua Wegener sempat tidak diterima para ilmuan karena tidak menjelaskan mekanisme pergeseran benua secara jelas. Dilansir dari Smithsonian Magazine, Wegener kemudian memberikan enam mekanisme (termasuk satu yang meramalkan gagasan lempeng tektonik) yang dapat menjelaskan pergerakan benua.

Baca juga: Teori Pengapungan Benua oleh Alfred Lothar Wegener

Salah satu mekanisme yang paling terkenal adalah rotasi bumi. Rotasi bumi menyebabkan gaya sentrifugal yang menggerakan dan menggeserkan benua. Selain rotasi bumi, mekanisme penggerak benua Wegener lainnya adalah polaritas bumi.

Pangea pertama kali terpecah menjadi dua, yaitu Laurasia dan Gondwana. Rotasi bumi menyebabkan gaya sentrifugal yang mendorong kedua pecahan Pangea tersebut saling menjauh satu-sama lain. Gondwana terdorong ke bagian selatan, sedangkan Laurasia terdorong ke bagian utara bumi.

Kedua superbenua tersebut kemudian mulai terpecah lagi sekitar 140 hingga 66 juta tahun menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Barisan pegunungan yang dulunya tunggal, mulai terpecah dan bergerak saling menjauh membentuk permukaan bumi yang sekarang. Menurut teori apungan benua, kedua benua besar tersebut kembali terpecah dan membentuk permukaan bumi modern.

Baca juga: Teori Lempeng Tektonik

Laurasia mulai terpecah menjadi mulai terpecah kembali menjadi dua. Salah satunya menjadi Amerika Utara, dan yang lainnya kelak menjadi Eropa juga Asia. Gondwana kemudian mulai terpecah menjadi lima bagian yaitu Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan Antartika.

Kelima benua pecahan tersebut awalnya bersatu, dibuktikan oleh penemuan fosil dan gletser es yang sama. Fosil Glossopteris membuktikan bahwa Australia, Antartika, India, Afrika, dan Amerika Selatan merupakan daratan yang pernah bersatu.

Fosil Triassic membuktikan bahwa Afrika, India, dan Antartika pernah bersatu. Fosil Mesosaurus dan Cynognathus juga membuktikan bahwa Afrika dan Amerika Selatan pernah bersatu.

Dilansir dari Geosciences Libretexts, suatu pegunungan tunggal terpisah menjadi Pegunungan Appalacian di bagian timur Amerika Serikat dan Kanada juga Pegunungan Greenland di timur Inggris, Irlandia, dan Norwegia. Kedua pegunungan yang awalnya bersatu tersebut, menjadi terpisah oleh Samudra Atlantik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.