Kompas.com - 26/01/2022, 12:00 WIB
Ilustrasi khalayak dalam media massa. Umpan balik (feedback) dalam komunikasi massa sering kali bersifat terbatas dan tertunda. Kompas.com/VANYA KARUNIA MULIA PUTRIIlustrasi khalayak dalam media massa. Umpan balik (feedback) dalam komunikasi massa sering kali bersifat terbatas dan tertunda.

KOMPAS.com - Umpan balik atau feedback pada komunikasi massa bersifat terbatas dan tertunda (delayed). Namun, seiring berjalannya waktu, umpan balik dalam komunikasi massa berubah menjadi bersifat langsung dan segera.

Feedback dalam komunikasi adalah tanggapan, respons, atau jawaban yang diberikan komunikan kepada komunikator sebagai reaksi atas pesan yang diterimanya.

Bagaimana umpan balik (feedback) dalam komunikasi massa?

Dalam komunikasi massa, umpan baliknya relatif kecil dibandingkan jumlah khalayaknya yang sangat besar.

Dikutip dari buku Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi (2008) oleh Morissan, pada dasarnya umpan balik dalam komunikasi massa mengalami pekembangan sesuai teknologi yang ada.

Awalnya, teknologi komunikasi massa tidak memungkinkan adanya feedback dari audiensi. Kemudian berkembang menjadi adanya umpan balik yang bersifat tertunda (delayed).

Komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan melalui media massa, seperti radio, televisi, koran, serta majalah, kepada khalayak luas.

Dalam buku Komunikasi Antarbudaya (2021) oleh Sunarno SastroAtmodjo, komunikasi massa bersifat satu arah (one way traffic) dan tidak memiliki kegiatan tatap muka.

Baca juga: Bagaimana Proses Komunikasi Massa?

Disebut satu arah karena hanya komunikator, yakni pihak media, yang berperan aktif dalam mengolah serta mengirimkan pesan kepada komunikan (khalayak luas).

Komunikasi massa tidak memiliki kegiatan tatap muka. Sebab komunikator dan komunikan tidak berada di satu tempat yang sama saling berhadap-hadapan dan berkomunikasi.

Oleh karena bersifat satu arah, ketika pesan itu disebarkan kepada publik, komunikator tidak tahu apakah pesannya sudah diterima, dimengerti, serta dilaksanakan atau belum oleh komunikan. Sehingga umpan baliknya bersifat tertunda (delayed), bahkan ada kemungkinan tidak terjadi feedback.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.