Kompas.com - 24/01/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.comFeedback (umpan balik) dalam komunikasi bisa berupa jawaban langsung lewat ucapan atau bentuk nonverbal, seperti isyarat atau gerak tubuh.

Umpan balik menjadi salah satu unsur terpenting dalam komunikasi. Karena menjadi indikator keefektifan dan keberhasilan komunikasi.

Apa itu feedback dalam komunikasi?

Pengertian feedback (umpan balik)

Feedback dalam komunikasi adalah bentuk respons, tanggapan, atau jawaban atas pesan yang dikirimkan komunikator kepada komunikan.

Menurut Bonaraja Purba, dkk dalam buku Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar (2020), umpan balik atau feedback adalah informasi yang diterima sebagai bentuk respons terhadap pesan yang telah dikirimkan sebelumnya.

Jenis feedback (umpan balik) dalam komunikasi

Dalam proses komunikasi, feedback merupakan efek atau hasil yang ditimbulkan dari penerimaan atau penolakan pesan.

Feedback bisa berbentuk verbal dan nonverbal, positif dan negatif, netral, inferensial, langsung dan tidak, serta internal dan eksternal.

Baca juga: Pentingnya Umpan Balik dalam Komunikasi

Umpan balik verbal dan nonverbal

Umpan balik verbal adalah feedback yang diberikan dalam bentuk kata-kata atau bahasa, baik lisan atau tulisan. Contohnya, ketika komunikator melontarkan pertanyaan, komunikan memberi feedback berupa jawaban atas pertanyaan itu.

Sementara umpan balik nonverbal adalah feedback yang diberikan dalam bentuk isyarat, gerak-gerik tubuh, maupun raut wajah.

Contoh, seorang anak dimarahi orang tuanya karena berbuat nakal, anak tersebut memberi umpan balik berupa raut wajah sedih dan menangis.

Umpan balik positif dan negatif

Umpan balik positif adalah feedback yang diberikan ketika komunikan paham dan menyetujui pesan yang disampaikan komunikator. Misalnya, komunikan menganggukkan kepala sambil berkata “iya saya setuju”, ketika dia paham dan setuju terhadap pesan yang diterimanya.

Sebaliknya, umpan balik negatif adalah feedback yang diberikan ketika komunikan tidak setuju terhadap isi pesan. Misalnya, komunikan mendengarkan ucapan komunikator sambil memasang wajah cemberut, memotong pembicaraan, bahkan berusaha mengalihkannya ke topik lain.

Umpan balik netral

Jenis feedback (umpan balik) ini bersifat netral. Karena tidak bisa diputuskan apakah umpan baliknya bersifat positif (menyetujui) atau negatif (tidak setuju). Contohnya, komunikan hanya terdiam saat mendengar informasi atau pesan.

Umpan balik inferensial

Mengutip buku Konsep dan Aplikasi Ilmu Komunikasi (2017) karya Ratu Mutialela Caropeboka, umpan balik inferensial adalah feedback dalam komunikasi massa, yang disimpulkan sendiri oleh komunikatornya.

Baca juga: Pengertian Komunikator dan Komunikan dalam Komunikasi

Terjadi karena komunikator telah melihat gejala yang diamatinya, walaupun secara tidak langsung tetapi cukup relevan dengan pesan yang disampaikannya.

Umpan balik langsung dan tidak

Jenis feedback (umpan balik) langsung terjadi di saat yang bersamaan ketika pesan dikirimkan. Misalnya, mahasiswa bertanya kepada dosen tentang materi yang tidak dipahaminya, dan dosen memberi umpan balik langsung berupa penjelasan ulang materi.

Sedangkan umpan balik tidak langsung membutuhkan waktu lama setelah pesan dikirimkan. Misalnya, feedback masyarakat terhadap konten pemberitaan atau konten media.

Umpan balik internal dan eksternal

Umpan balik internal adalah feedback yang diterima komunikator bukan dari komunikan, melainkan dari diri komunikator itu sendiri. Contohnya, bertanya kepada diri sendiri apakah keputusan yang diambil sudah tepat atau belum.

Sebaliknya, jenis feedback (umpan balik) eksternal berasal dari lawan bicara. Contohnya, komunikator bertanya dan komunikan langsung menerima jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Bawang Merah Disebut Umbi Lapis?

Mengapa Bawang Merah Disebut Umbi Lapis?

Skola
Sifat-sifat Medan Listrik

Sifat-sifat Medan Listrik

Skola
Medan Listrik: Pengertian dan Rumusnya

Medan Listrik: Pengertian dan Rumusnya

Skola
Kedatangan Portugis dan Spanyol ke Indonesia

Kedatangan Portugis dan Spanyol ke Indonesia

Skola
Mengenal Batik Jambi: Sejarah, Jenis Motif, dan Maknanya 

Mengenal Batik Jambi: Sejarah, Jenis Motif, dan Maknanya 

Skola
Organisasi Bentukan Jepang ketika Menjajah Indonesia

Organisasi Bentukan Jepang ketika Menjajah Indonesia

Skola
Cakupan Moderninasi di Berbagai Bidang dan Dampaknya

Cakupan Moderninasi di Berbagai Bidang dan Dampaknya

Skola
Weather and Seasons, Mengenal Musim serta Cuaca dalam Bahasa Inggris

Weather and Seasons, Mengenal Musim serta Cuaca dalam Bahasa Inggris

Skola
Mengenal Lapisan Matahari dan Gangguannya

Mengenal Lapisan Matahari dan Gangguannya

Skola
Teori Histogen: Meristem Apikal pada Tumbuhan

Teori Histogen: Meristem Apikal pada Tumbuhan

Skola
Teori Atom Democritus

Teori Atom Democritus

Skola
Klasifikasi Kingdom Archaebacteria Berdasarkan Habitatnya

Klasifikasi Kingdom Archaebacteria Berdasarkan Habitatnya

Skola
Perakitan: Definisi dan Tujuannya

Perakitan: Definisi dan Tujuannya

Skola
Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Skola
Ciri Umum dari Teks Eksplanasi

Ciri Umum dari Teks Eksplanasi

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.