Kompas.com - 19/01/2022, 12:00 WIB
Ilustrasi proses komunikasi pemasaran Kompas.com/VANYA KARUNIA MULIA PUTRIIlustrasi proses komunikasi pemasaran

KOMPAS.com - Proses komunikasi pemasaran melibatkan proses encoding dan decoding. Pengirim, pesan, penerima, respons, dan noise (gangguan) menjadi elemen utama dalam proses komunikasi pemasaran.

Komunikasi pemasaran adalah proses pengiriman informasi atau pesan yang tujuannya membujuk, mengingatkan, atau menginformasikan konsumen mengenai produk atau jasa.

Proses komunikasi pemasaran

Kompas.com/VANYA KARUNIA MULIA PUTRI Bagan model proses komunikasi pemasaran

Dikutip dari buku Teori dan Praktis: Riset Komunikasi Pemasaran Terpadu (2018) karya Nufian S. Febriani dan Wayan Weda Asmara Dewi, beberapa elemen di atas bisa diterapkan dalam proses komunikasi pemasaran.

  • Pengirim (sender) dalam komunikasi pemasaran adalah perusahaan yang menjual produk atau jasa. Pengirim merupakan elemen utama yang mengawali proses komunikasi ini.
  • Encoding adalah proses mengomunikasikan berbagai ide pemasaran yang kemudian ditransformasikan dalam bentuk yang mampu menarik perhatian publik atau konsumen.
  • Menurut Arief Budiyanto dalam buku Pemasaran Jasa: Pengertian dan Perkembangan (2021), pesan (message) adalah proses komunikasi pemasaran dengan memanfaatkan berbagai media, seperti media cetak, elektronik, dan online.
  • Decoding adalah persepsi konsumen yang terbentuk saat mereka menerima pesan pemasaran dari perusahaan.
  • Penerima (receiver) adalah target yang ingin dituju oleh perusahaan. Penerima bisa berupa khalayak umum atau khalayak khusus yang memang sudah disasar atau ditargetkan.
  • Respons adalah hasil proses komunikasi pemasaran. Respons bisa berupa pembelian, pertanyaan, komplain, maupun kunjungan ke situs web perusahaan atau media sosial.
  • Noise (gangguan) adalah pesaing atau kompetitor yang juga mengirimkan pesan kepada khalayak sejenis, sehingga konsumen menerima informasi berlebih (overload).

Baca juga: Komunikasi Pemasaran: Pengertian dan Tujuannya

Proses komunikasi pemasaran diawali dari pengirim, yakni perusahaan, yang menyusun pesan pemasaran untuk ditargetkan kepada khalayak. Proses penyusunan pesan ini disebut encoding.

Perusahaan kemudian mengirimkan pesan kepada konsumen lewat mediator atau media. Begitu pula, konsumen (penerima) yang menerima pesannya melalui media tersebut.

Setelah itu, konsumen memproses atau melakukan decoding terhadap pesan yang diterima. Kemudian konsumen akan memberi respons terhadap pesan tersebut, misalnya berupa pembelian atau mengajukan pertanyaan.

Walau begitu, dalam proses komunikasi pemasaran ini sangat mungkin terjadi noise dari pihak kompetitor perusahaan yang memasarkan produk serupa dan memiliki target yang sama.

Akibatnya, fokus konsumen menjadi terpecah sehingga berdampak pada respons yang akan diberikan.

Untuk mencegah gangguan (noise) itu terjadi, perusahaan harus mampu menyampaikan pesan pemasaran yang baik, kreatif, dan unik. Sehingga dari proses komunikasi pemasaran ini diharapkan konsumen bisa memberi respons yang baik kepada perusahaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.