Kompas.com - 19/01/2022, 11:00 WIB
Ilustrasi komunikasi politik lewat media massa Freepik.com/MacrovectorIlustrasi komunikasi politik lewat media massa

KOMPAS.com - Komunikasi politik merupakan ilmu terapan yang memadukan ilmu komunikasi dengan ilmu politik. Jenis komunikasi ini melibatkan pesan dan tokoh politik, sehingga cakupan pembahasannya pun tidak jauh dari bidang politik dan komunikasi.

Sama halnya seperti bentuk komunikasi lainnya, komunikasi politik bisa dilakukan secara verbal dan nonverbal. Pembedanya terletak pada pesan politik yang sangat ditonjolkan dalam jenis komunikasi ini.

Apa yang dimaksud dengan komunikasi politik?

Sebagaimana mengutip dari buku Komunikasi Politik (2016) oleh Thomas Tokan Pureklolon, seorang pakar politik, Maswadi Rauf mendefinisikan komunikasi politik sebagai berikut:

"Komunikasi politik adalah objek kajian ilmu politik karena pesan yang diungkapkan dalam proses komunikasi bercirikan politik, yakni berkaitan dengan kekuasaan politik negara, pemerintahan, dan juga aktivitas komunikator dalam kedudukannya sebagai pelaku kegiatan politik.”

Sementara itu, menurut Astrid S. Soesanto, komunikasi politik merupakan komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas dalam kegiatan komunikasi ini dapat mengikat semua warganya lewat suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga politik.

Baca juga: Komunikasi Publik: Pengertian dan Cirinya

Dilihat dari perseptik keilmuan, komunikasi politik merupakan jembatan metodologis yang menghubungkan disiplin ilmu komunikasi dengan ilmu politik.

Lebih tepatnya, komunikasi politik mengkaji kegiatan komunikasi persuasif dalam ranah politik.

Pesan dalam komunikasi politik

Menurut Nahrul Hayat dalam buku Komunikasi Politik (2019), pesan dalam komunikasi politik ada dan berlangsung untuk mengikuti perubahan serta perkembangan informasi yang diinginkan masyarakat.

Komunikator (aktor politik) dan partisipan politiknya dapat mengerti dengan jelas isi, tujuan, dan keinginan pesan politik yang disampaikan tersebut bertujuan memengaruhi serta membentuk opini publik.

Henry Subiakto dan Rachmah Ida dalam buku Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi (2012) menjelaskan bahwa suatu komunikasi yang tampaknya pesan atau isinya bukan tentang politik, namun secara potensial dan aktual dapat berakibat atau mempunyai konsekuensi dalam suatu fungsi sistem politik, bisa dikatakan bahwa itu adalah komunikasi politik.

Konsekuensi politik menjadi unsur utama yang membedakan komunikasi politik dengan jenis komunikasi lainnya. Konsekuensi tersebut timbul dari proses komunikasi politik yang berlangsung. Salah satu contohnya perubahan opini publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.