Kompas.com - 22/12/2021, 13:52 WIB


KOMPAS.com – Alam semesta merupakan suatu misteri besar yang berusaha dikuak oleh manusia. String Theory atau Teori Dawai adalah teori yang berusaha mengungkap realitas alam semesta dan menghubungkan teori-teori besar fisika menjadi suatu teori yang terpadu.

Teori besar tersebut adalah teori relativitas Einstein dan teori mekanika kuantum. Kedua teori tersebut sangatlah bertentangan karena memandang alam semesta dari konsep realitas yang sangat berbeda.

Relativitas Einsten memandang peristiwa sebagai suatu fenomena kontinu dan menjelaskan bagaimana gravitasi bekerja juga benda-benda besar di alam semesta. Sedangkan, mekanika kuantum menjelaskan peristiwa yang jauh lebih kecil dalam kerangka diskrit yang tidak mengenal kata kontinu.

Kedua teori ini tidak pernah akur, Einstein bahkan mencoba mencari cara untuk memadukan teorinya dengan mekanika kuantum. Sayangnya, hingga akhir hayat Einstein belum menemukan jalan keluar untuk mengatasi pertentangan kedua teori tersebut.

Baca juga: Pertentangan Antara Relativitas dan Mekanika Kuantum

Namun, ilmu pengetahuan terus berkembang hingga lahirlah suatu teori yang dinamakan String Theory atau Teori Dawai.

Dilansir dari Smithsonian Magazine, pada Desember 1984 John Schwarz dari California Institute of Technology menerbitkan makalah tentang String Theory yang dapat mengatasi pertentangan matematis antara relativitas dan mekanika kuantum.

String Theory dianggap sebagai teori yang dapat menjawab pertentangan tersebut dan menguak rahasia alam semesta. Sehingga, String Theory kerap kali disebut sebagai teori segalanya.

Dilansir dari SpaceString Theory mengganti semua materi dan partikel gaya dengan satu elemen berupa string kecil atau dawai yang bergetar dan berputar dengan cara yang rumit.

Artinya, dalam String Theory tidak ada partikel elementer seperti elektron, neutrino, ataupu quark. Yang ada hanyalah string atau dawai kecil yang bergetar, di mana getarannya akan menentukan sifat tertentu partikel seperti massa dan muatan.

Suatu dawai yang begetar akan membentuk quark, sedangkan getaran lain suatu dawai membentuk neutrino.

Baca juga: Mengenal Partikel Neutrino, Prospek Teknologi Komunikasi Masa Depan

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.