Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persamaan Serta Perbedaan Antara Lumut dan Tumbuhan Paku

Kompas.com - 04/12/2021, 15:12 WIB
Silmi Nurul Utami

Penulis

KOMPAS.comTumbuhan paku dan lumut merupakan dua jenis tanaman primitif yang tergabung dalam Kingdom Plantae. Kedua tumbuhan ini kerap kali ditemukan tumbuh berdampingan. Perbedaan dan persamaan antara lumut dan tumbuhan paku adalah sebagai berikut!

Persamaan tumbuhan paku dan lumut

Beberapa persamaan tumbuhan paku dan lumut, yaitu:

Tidak berbunga dan berbiji

Persamaan antara lumut dan tumbuhan paku adalah keduanya merupakan tumbuhan yang tidak berbunga dan juga tidak berbiji. Tumbuhan paku dan lumut tidak memiliki bunga, sehingga tidak berkembangbiak dengan cara penyerbukan seperti tumbuhan lainnya.

Tumbuh baik di lingkungan yang lembab

Baik tumbuhan paku dan lumut, keduanya adalah tumbuhan yang tangguh. Lumut dan paku dapat tumbuh di mana saja, terutama di lingkungan yang lembab. Keduanya bahkan dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering, terlihat mati karena kekeringan, namun hidup kembali dengan baik saat lingkungan berangsur basah.

Fotosintesis

Persamaan lainnya dari tumbuhan paku dan lumut adalah mereka melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Sehingga, mereka bukanlah tumbuhan parasit yang menyerap nutrisi inangnya.

Baca juga: Perbedaan Xilem dan Floem

Sistem reproduksi yang mirip

Tumbuhan paku dan lumut memiliki sistem reproduksi yang mirip. Keduanya dapat bereproduksi secara aseksual maupun seksual. Keduanya baru bisa bereproduksi secara seksual jika berada dalam kelembaban yang cukup (membutuhkan air).

Hal tersebut dikarenakan sel sperma tumbuhan paku dan lumut menggunakan flagella sebagai alat gerak. Tanpa adanya air, sel sperma tidak bisa menggerakkan flagella dan pembuahan tidak akan terjadi.

Penghasil spora

Persamaan selanjutnya dari tumbuhan paku dan lumut yaitu keduanya sama-sama menghasilkan spora. Dilansir dari Thought Co , spora adalah struktur kecil yang mengandung materi genetik yang dibutuhkan untuk menumbuhkan tumbuhan baru.

Tumbuhan paku dan lumut yang menghasilkan spora, berarti keduanya mengalami pergantian generasi. 

Memiliki manfaat

Kedua tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang berguna bagi manusia. Tumbuhan paku dan lumut membantu mencegah pengikisan tanah (erosi). Beberapa spesies keduanya bahkan merupakan tanaman obat yang penting bagi manusia.

Baca juga: Jenis Akar Tumbuhan Berdasarkan Bentuknya

Perbedaan tumbuhan paku dan lumut

Setelah mengetahui persamaan antara tumbuhan paku dan lumut, berikut adalah perbedaan di antara keduanya:

Perbedaan filum

Tumbuhan paku dan lumut berasal dari filum yang berbeda. Tumbuhan paku termasuk ke dalam filum Pteridophyta, sedangkan lumut termasuk ke dalam filum Bryophyta.

Struktur tubuh

Meski keduanya merupakan tumbuhan primitif yang sudah lama menghuni bumi, struktur tubuh paku dan lumut sangatlah berbeda. Dilansir dari Sciencing , tumbuhan paku adalah tanaman vaskular yang memiliki jaringan pembuluh di batang dan daunnya.

Sehingga tumbuhan paku memiliki struktur tubuh tanaman tingkat tinggi dengan akar, batang, dan juga daun sejati.

Sedangkan, lumut adalah tumbuhan non-vaskular. Yang dimaksud tumbuhan non-vaskular menurut Biology LibreTexts , adalah tumbuhan yang tidak memiliki pembuluh, daun, biji, bunga, dan juga akar sejati. Sebagai ganti akar, lumut memiliki rambut yang menancap ke tanah dan dinamakan dengan rizoid.

Baca juga: Kenapa Bambu Disebut Tanaman dengan Pertumbuhan Paling Cepat?

Tinggi

Tumbuhan paku dan lumut juga memiliki perbedaan tinggi tubuhnya. Tumbuhan paku yang memiliki batang bisa tumbuh tinggi, sedangkan lumut tidak.

Beberapa spesiesnya bisa tumbuh setinggi 4,5 meter, bahkan tumbuhan paku tertinggi jenis Cyathea australis dapat menjulang tinggi hingga 20 meter.

Adapun tumbuhan lumut tidak memiliki batang, sehingga mereka tidak bisa tumbuh tinggi. Lumut hanya dapat mencapai tinggi beberapa sentimeter saja. Sebagai gantinya, lumut dapat tumbuh melebar di area yang luas.

Perbedaan siklus hidup

Tumbuhan paku dan lumut memiliki siklus hidup gametofit dan sporofit yang berkebalikan. Pada lumut, fase sporofit bergantung pada gametofit untuk nutrisi. Sedangkan, pada tumbuhan paku fase gametofit bergantung pada fase sporofitnya.

Siklus hidup tumbuhan pakuncbi.nlm.nih.gov Siklus hidup tumbuhan paku

Siklus hidup lumutncbi.nlm.nih.gov Siklus hidup lumut

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Proses Terjadinya Hubungan Sosial Secara Asosiatif

Proses Terjadinya Hubungan Sosial Secara Asosiatif

Skola
Dampak Positif Hubungan Sosial

Dampak Positif Hubungan Sosial

Skola
Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perubahan Sosial

Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perubahan Sosial

Skola
Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perkembangan Zaman

Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perkembangan Zaman

Skola
Ciri-ciri Hubungan Sosial Individu dan Kelompok

Ciri-ciri Hubungan Sosial Individu dan Kelompok

Skola
Identitas Individu dan Kelompok

Identitas Individu dan Kelompok

Skola
Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah

Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah

Skola
Konsep Manajemen: Unsur dan Tingkatan

Konsep Manajemen: Unsur dan Tingkatan

Skola
30 Contoh Kalimat Asking, Giving, and Refusing Permission

30 Contoh Kalimat Asking, Giving, and Refusing Permission

Skola
Koperasi: Ciri, Prinsip, dan Peran

Koperasi: Ciri, Prinsip, dan Peran

Skola
Proses Pembaruan Kebudayaan dan Faktornya

Proses Pembaruan Kebudayaan dan Faktornya

Skola
Tahap Pendirian Koperasi Sekolah

Tahap Pendirian Koperasi Sekolah

Skola
Mengenal Sistem Panca Indera Manusia dan Fungsinya

Mengenal Sistem Panca Indera Manusia dan Fungsinya

Skola
Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan

Skola
4 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

4 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com