Kompas.com - 25/11/2021, 12:00 WIB
Kapitan Pattimura wikipedia.org/commons/MaterialscientistKapitan Pattimura

KOMPAS.comKapitan Pattimura merupakan Pahlawan Nasional dari Maluku yang memiliki nama asli Thomas Matulessy. Banyak sikap kepahlawanan yang pantut untuk diteladani. Hal-hal positif apa yang bisa dicontoh dari Pattimura?

Meneladani sikap Kapitan Pattimura

Berikut adalah hal-hal positif yang bisa dicontoh dari sikap Kapitan Pattimura dalam perjuangannya melawan kolonialisme dan imperialisme barat:

Giat mencari ilmu

Mus Huliselan dalam jurnal Perang Pattimura untuk Maluku dan Indonesia (2017), Kapitan Pattimura sejak usia 13 tahun telah terlibat dalam berbagai diskusi dengan orang dewasa tentang penjajahan Belanda terhadap rakyat Maluku.

Dalam umurnya yang masih sangat dini, ia senang belajar dengan cara mengikuti diskusi. Padahal diskusi tersebut tidak lazim dihadiri oleh anak-anak seusianya. Dari situlah jiwa cinta tanah air dan anti kolonial lahir dalam diri Kapitan Pattimura.

Semasa bergabung dengan Korps 500 juga, Pattimura senang mencari ilmu. Ia berkembang menjadi seorang penembak jitu.

Karena kegemarannya belajar membuatnya memiliki kecakapan dan kemampuan melebihi teman-teman seangkatannya, hingga ia dengan cepat diangkat sebagai mayor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Apa yang Dimaksud Pahlawan?

Memiliki jiwa kepemimpinan

Kapitan Pattimura juga memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Menurut John A. Pattikayhatu dan kawan-kawan dalam buku Sejarah Perlawanan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Daerah Maluku (1981), Pattimura merupakan seorang yang berani, berwatak keras dan tindakannya sering juga keras terhadap anak buahnya.

Kecakapannya militernya, kemampuan memimpin, sikap gagah berani, tegas, dan mementingkan kepentingan umum membuatnya sangat disegani. Jiwa kepemimpinan tersebutlah yang membuat Pattimura sanggup memimpin rakyat.

Jiwa kepemimpinan Pattimura juga perjuangannya tidak hanya menyentuh rakyat, melainkan juga Raja-Raja di Indonesia. Dari mulai di Maluku, Jawa, hingga ke Bali, mendukung perjuangan Pattimura dalam menghadapi Belanda.

Berani

Kapitan Pattimura memiliki sikap berani membela kebenaran yang patut untuk dicontoh. Ia berani melawan kolonialisme dan imperialisme penjajah yang menyengsarakan rakyat dengan nyawa sebagai taruhannya.

Pattimura turun langsung ke medan perang, ia juga pintar dalam menyusun taktik dalam mengusir penjajah dari tanah Maluku.

Baca juga: Dampak Positif Perjuangan Pahlawan bagi Kedaulatan NKRI

Teguh dalam pendirian

Teguh dalam pendirian adalah hal positif yang bisa dicontoh dari Kapitan Pattimura. Ia telah dibujuk berkali-kali oleh Belanda menggunakan cara halus, namun tidak menghentikan perjuangannya.

Bahkan dengan cara kekerasanpun, Belanda tidak bisa megoyahkan pendiriannya dan kecintaannya terhadap tanah airnya.

Salmon H. Maelissa dalam tesis Perlawanan Pasukan Pattimura di Saparua 1892 (1999), Kapittan Pattimura telah minum sumpah (angkat janji setia melalui tetesan darah yang diminum bersama) untuk berjuang mengusir penjajah dari wilayahnya.

Janji tersebut diucapkan Thomas Matulessy di Gunung Saniri, saat ia diberikan tanggung jawab memimpin pasukan perang dan diberi gelar Kapitan Pattimura.

Diketahui bahwa akhir perjuangan Pattimura karena politik adu domba yang dilakukan oleh Belanda. Adu domba membuat pasukan Pattimura tercerai-berai, namun ia tetap teguh pada pendiriannya.

Setelah tertangkap oleh Belandapun, Kapitan Pattimura tetap teguh hingga akhirnya ia digantung di benteng victoria.

Mayatnya bahkan dijadikan tontonan dan contoh apa yang akan terjadi jika rakyat melawan Belanda. Namun, hal tersebut bukannya membuat gentar. Semangat dan keteguhan Kapitan Pattimura justru membangkitkan jiwa nasionalisme rakyat Indonesia.

Baca juga: Cara Menghargai Jasa Pahlawan dan Meneladani Sikapnya

Rela berkorban

Hal positif selanjutnya yang bisa dicontoh dari Kapitan Pattimura adalah sikapnya yang rela berkorban. Perjuangan menlawan kolonialisme bukanlah hal yang mudah, namun Pattimura berani berkorban demi kepentingan rakyat Maluku.

Ia bahkan tidak menikah dan tidak memiliki keturunan. Pattimura mengabdikan dirinya untuk tanah airnya. Semasa mudanya Kapitan Pattimura bergabung ke dalam militer Inggris yang bertugas untuk menjaga rakyat Maluku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.