Kompas.com - 17/11/2021, 13:00 WIB
Patung Asmat Merupakan Kerajinan Tangan Khas dari Papua wikipedia.org/Keenan63Patung Asmat Merupakan Kerajinan Tangan Khas dari Papua

KOMPAS.comPatung Asmat berasal dari Papua. Karya seni rupa ini dibuat oleh suku Asmat, salah satu suku penduduk asli di Papua.

Suku Asmat memang sudah dikenal dengan hasil karya ukirannya yang sangat unik dan tergolong rumit. Tiap hasil karya ukiran tersebut selalu punya makna tersendiri bagi suku Asmat.

Terbuat dari apakah patung Asmat?

Patung Asmat terbuat dari bahan kayu keras supaya hasil ukirannya kuat dan kokoh. Namun, biasanya kayu bakau lebih sering dipilih dan digunakan untuk membuat patung ini.

Menurut Pram dalam buku Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya (2013), suku Asmat menggunakan peralatan tradisional untuk membuat hasil karya ukirannya, seperti kapak batu dan gigi atau tulang hewan.

Baca juga: Teknik Pewarnaan Patung

Proses pembuatan patung Asmat

Proses pembuatan patung Asmat diawali dengan memotong dan membentuk kayu sesuai bentuk yang diinginkan, menggunakan kapak batu. Setelah itu, suku Asmat menggunakan taring babi atau gigi ikan untuk menghaluskan permukaan kayu yang telah dibentuk.

Dalam pembuatan ukiran, suku Asmat sering menggunakan warna merah, hitam, dan putih untuk pewarnaannya. Bagi mereka, warna merah melambangkan daging, hitam melambangkan warna kulit suku Asmat, dan putih melambangkan tulang.

Motif ukiran patung Asmat

Dikutip dari jurnal Keunikan Acara Adat Bakar Batu dan Noken sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Masyarakat di Papua (2018) karya Erina Elas, motif ukiran yang sering digunakan dalam pembuatan patung Asmat sering kali terinspirasi dari nenek moyang suku Asmat.

Namun, beberapa motif ukiran lainnya ada yang berbentuk perahu atau wuramon, yang dipercayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang suku Asmat di alam kematian.

Bagi suku Asmat, seni ukiran kayu yang dilakukan secara turun temurun, seperti pembuatan patung Asmat, merupakan cara mereka untuk mengenang arwah leluhur atau nenek moyangnya.

Baca juga: Perbedaan Teknik Membutsir dan Mencetak pada Pembuatan Patung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.