Kompas.com - 15/11/2021, 08:16 WIB
Bunga Cempaka Kuning wikipedia.org/commons/MokkieBunga Cempaka Kuning

KOMPAS.com – Provinsi Aceh adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera.

Aceh memiliki kekayaan alam, salah satunya adalah keberadaan flora yang khas. Flora khas dari Provinsi Aceh adalah cempaka kuning.

Pernahkah kamu mendengar lagu Bungong Jeumpa yang merupakan lagu tradisional daerah Aceh. Istilah bungong jeumpa diambil dari nama bunga khas Aceh yaitu cempaka kuning atau disebut oleh masyarakat sekitar sebagai bunga jeumpa.

Menurut Zumaidar dalam jurnal berjudul Kajian cempaka Kuning (Michelia champaca L.) sebagai Tumbuhan Obat (2009), tanaman cempaka kuning sangat dihargai oleh masyarakat Aceh sehingga digunakan dalam berbagai upaca adat dan dibuat sebagai syair lagu Bungong Jeumpa.

Nama latin Michelia champaca Linn

Flora khas Aceh, cempaka kuning memiliki nama latin Michelia champaca Linn dan termasuk ke dalam kelas Magnoliopsida dalam Kingdom Plantae.

Baca juga: Perbedaan Flora Bagian Barat, Timur, dan Tengah

Menurut Hendra Gunawan, dkk dalam buku berjudul 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati (2019) bunga cempaka merupakan flora identitas Aceh yang tumbuh subur pada ketinggian 1.500 meter dan dapat tumbuh mencapai tinggi 50 cm dengan diameter 180 cm.

Cempaka kuning memiliki batang yang bulat dengan permukaan licin, sebagaimana tanaman dalam keluarga cempaka lainnya.

Karakteristik cempaka kuning

Menurut R. Vivek Kumar dalam jurnal berjudul Antioxidant and Antimicrobial Activities of Various Extract of Michelia champaca Linn Flowers (2011), cempaka kuning memiliki bunga pendek, soliter, banyak benang sari, banyak ovula, dan memiliki tangkai pendek yang tersusun secara spiral.

Seperti namanya, bunga cempaka kuning memiliki bunga berwarna putih kekuningan, kuning, hingga kuning jingga. Bunga cempaka kuning muda berwarna putih kekuningan. Ketika tua, bunga tersebut berwarna kuning jingga dan mengeluarkan aroma yang sangat harum.

Daunnya berbentuk bulat seperti telur, tersusun secara spiral, dan memiliki bulu harus di permukaan bawah daunnya. 

Aromanya yang sangat harum, membuat bunga khas Nanggroe Aceh Darussalam ini sering dijadikan bahan baku parfum. Selain itu, bunga cempaka kuning memiliki sifat antibakteri, antimikroba, antioksida, dan antiinflamasi yang membuatnya berguna dalam bidang medis.

Baca juga: Flora dan Fauna Khas Banten

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.