Kompas.com - 09/11/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com – Taman nasional yang menjadi habitat sekaligus tempat untuk melindungi badak bercula satu dan banteng adalah Taman Nasional Ujung Kulon.

Suaka Margasatwa Ujung Kulon adalah salah satu dari 79 unit suaka margasatwa yang ada di Indonesia.

Suaka Margasatwa Ujung Kulon merupakan kawasan konservasi yang melindungi berbagai fauna dan flora. Suaka Margasatwa Ujung Kulon melindungi satwa seperti badak jawa, owa jawa, surili, dan macan tutul.

Dahulu sebagai kawasan perburuan

Suaka margasatwa Ujung Kulon pada jaman dahulunya adalah kawasan perburuan yang diubah menjadi cagar alam. Namun, cagar alam tetap tidak bisa menghentikan perburuan, sehingga Ujung Kulon dijadikan sebagai suaka margasatwa.

Pandji Yudistira Kusumasumantri dalam buku Sejarah 5 Taman Nasional Pertama (2019) menyebutkan bahwa Cagar Alam Ujung Kulon memiliki luas 28.600 hektar, yang dideklarasikan sebagai suaka margasatwa pada tanggal 24 Juni 1937.

Area tersebut termasuk bagian timur Karang Ranjang, Pulau Handeuleum (70 hektar) dan Pulau Peucang (450 hektar).

Baca juga: Perbedaan Suaka Margasatwa, Hutan Lindung, dan Taman Nasional

Kemudian menyusul Pulau Panaitan dan Gunung Honje masuk ke dalam wilayah Suaka Margasatwa Ujung Kulon hingga total daratannya adalah 78.619 hektar dengan perairan seluas 44.337 hektar.

Pada tahun 1991, Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di Provinsi Banten telah diakui sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Flora di Ujung Kulon

Mengutip situs resmi Taman Nasional Ujung Kulon, Suaka Margasatwa Ujung Kulon melindungi sekitar 700 jenis flora, 36 jenis mamalia, 5 jenis primata, 240 jenis burung, 59 jenis reptil, 22 jenis amfibi, 72 jenis serangga, 142 jenis ikan (ikan air tawar dan air laut), dan 33 jenis terumbu karang.

Mamalia dan primata di Ujung Kulon

Contoh mamalia yang sangat dilindungi karena tidak ditemukan di belahan bumi lain adalah badak jawa. Dilansir dari situs resmi UNESCO, Ujung Kulon mempertahankan populasi alami badak jawa dengan jumlah individu sekitar 60 ekor.

Contoh lain mamalia yang terdapat di Ujung Kulon adalah macan dahan, kucing bakau, kijang, kancil, rusa, landak, tupai, trenggiling, dan juga bajing terbang. Sedangkan primata yang dilindungi seperti lutung, monyet, surili, owa jawa, dan kukang.

Baca juga: Daftar Taman Nasional di Indonesia

Reptil dan amfibi di Ujung Kulon

Contoh reptilia yang hidup di Suaka Margasatwa Ujung Kulon adalah buaya muara, biawak, ular, tokek, kura-kura, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing. Sedangkan amfibi yang ada di Ujung Kulon seperti beberapa spesies kodok dan katak.

Burung di Ujung Kulon

Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi 240 jenis burung termasuk elang bondol, belibis, kepinis, merak, rangkong, cekakak, wili-wili, gagak, elang laut, celadi, jalak, ayam hutan, puyuh, beo, camar, dan juga elang jawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.