Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2021, 13:00 WIB
Silmi Nurul Utami,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sebagian besar pembangkit listrik menggunakan sumber daya alam terbatas seperti minyak bimi, gas alam, dan batu bara yang suatu saat akan habis.

Namun, kita dapat beralih pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang sumber energinya tidak akan habis.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Apa yang kamu ketahui tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)?

Energi terbarukan

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan sumber energi terbarukan. Disebut sumber energi terbarukan, karena PLTS menggunakan energi matahari yang tidak terbatas, tidak akan habis, dan diperbarui terus-menerus secara alami oleh alam.

Dilansir dari Center for Sustainable Systems, rata-rata radiasi sinar Matahari ke Bumi adalah 1,73 x 10^5 terawatt, sedangkan rata-rata permintaan listrik global adalah 2,7 terawatt.

Artinya, sinar matahari dalam beberapa jam saja dapat memenuhi kebutuhan energi dunia selama setahun penuh bila dimanfaatkan secara efisien oleh PLTS.

Baca juga: Cara Kerja Panel Listrik Tenaga Surya

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menggunakan panel surya yang terbuat dari bahan konduktor untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik.

Mengutip dari energy.gov, energi listrik tersebut dapat langsung digunakan atau disimpan dalam baterai untuk digunakan dikemudian hari.

Memiliki sistem penyimpanan termal 

Selain menyimpan energi listrik dalam baterai, PLTS juga biasanya memiliki sistem penyimpanan termal.

Menyadur dari U.S. Energy Information Administration, energi panas yang disimpan tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik di malah hari atau saat cuaca berawan.

Sehingga PLTS tetap bisa produktif menghasilkan listrik walau sinar matahari redup atau dalam kondisi hujan sekalipun.

Tidak semua radiasi matahari diubah menjadi energi listrik karena panel surya memiliki efisiensinya masing-masing.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Kendaraan Tenaga Surya

Dilansir dari Energy Sage, sebagian besar panel surya memiliki efisiensi antara 15 hingga 20 persen, dan panel surya efisiensi tinggi dapat mencapai 23 persen.

Namun, pada ilmuan sedang mengembangkan panel surya dengan efiiensi 40 persen yang dapat menghasilkan listrik dalam jumlah lebih besar. Semakin efisien suatu panel listrik PLTS, maka akan semakin besar jumlah energi listrik yang diproduksi.

PLTS dapat mengurangi polusi

Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dapat mengurangi polusi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga fosil.

Dan juga menghemat biaya, karena sinar matahari merupakan barang bebas yang bisa didapatkan secara gratis (tidak seperti minyak bumi, gas alam, dan juga batu bara).

PLTS juga menggunakan jauh lebih sedikit untuk sistem pendinginannya (produksi listrik menghasilkan panas) dibanding dengan pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam. Sehingga PLTS juga dapat menghemat lebih banyak air.

Baca juga: Energi Terbarukan: Prinsip Kerja Panel Surya

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harud ditempatkan di wilayah dengan sinar matahari yang konstan. Indonesia merupakan wilayah tropis dengan sinar matahari yang konstan hampir sepanjang tahun.

Membuat Indonesia merupakan salah satu negara yang cocok untuk mengembangkan PLTS. Salah satu pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia adalah PLTS Badak di Kalimantan Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com