Kompas.com - 26/10/2021, 11:00 WIB
Indaryanto merangkai barang bekas dari berbagai macam jenis logam menjadi bahan baku kerajinan saat dipamerkan dalam Semarang Industri Expo 2013 di Mal Sri Ratu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2013). Kerajinan tangan dari logam bekas ini banyak dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Yogyakarta, Medan, dan Bali. KOMPAS/P. RADITYA MAHENDRA YASAIndaryanto merangkai barang bekas dari berbagai macam jenis logam menjadi bahan baku kerajinan saat dipamerkan dalam Semarang Industri Expo 2013 di Mal Sri Ratu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2013). Kerajinan tangan dari logam bekas ini banyak dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Yogyakarta, Medan, dan Bali.

KOMPAS.comPengrajin barang bekas merupakan salah satu pekerjaan yang mengubah barang bekas menjadi barang lain yang lebih bermanfaat.

Pengrajin barang bekas memiliki sikap yang patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Sikap yang bisa dicontoh dari pengrajin barang bekas, yakni:

Sikap peduli lingkungan

Sikap pertama yang bisa dicontoh dari pengrajin barang bekas adalah sikap peduli lingkungan. Dilansir dari World Bank Group, dunia menghasilkan 2,01 miliar ton sampah padat setiap tahunnya dan setiap orang rata-rata menghasilkan 0,74 kilogram sampah per tahunnya.

Adapun pengrajin barang bekas memiliki sikap peduli lingkungan karena mengubah sampah menjadi barang dengan nilai guna. Kebanyakan sampah yang digunakan pengrajin adalah sampah anorganik yang sangat sulit terurai secara alami.

Pengrajin barang bekas mengurangi sampah yang keberadaannya memberikan banyak dapak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup. Sikap peduli lingkungan ini harus kita terapkan dengan cara memanfaatkan barang bekas di sekitar kita.

Baca juga: Mengenal Profesi Perajin Cendera Mata dari Bahan Barang Bekas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kreativitas

Sikap selanjutnya yang patut dicontoh dari pengrajin barang bekas adalah kreativitas. Memanfaatkan barang bekas memerlukan kreativitas yang tinggi.

Robert E. Franken dalam buku Human Motivation (1994) menyebutkan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk menghasilkan atau mengenali ide, alternatif, atau kemungkinan berguna dalam memecahkan masalah, berkomunikasi dengan orang lain, juga menghibur diri sendiri dan orang lain.

Dengan kreativitas, pengrajin dapat melihat potensi dari suatu barang bekas yang dinilai sudah tidak berguna oleh orang lain. Pengrajin kemudian merealisasikan idenya dan mulai mendaur ulang barang bekas.

Dengan kreativitas yang tinggi, pengrajin barang bekas mampu mengubah sampah tidak berguna menjadi barang dengan nilai guna maupun nilai estetika yang tinggi.

Sikap pantang menyerah

Menjadi pengrajin barang bekas tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua orang tahu bahwa sampah membawa pengaruh buruk.

Baca juga: Manfaat dan Contoh Daur Ulang Limbah Padat

Namun, sangat sedikit yang benar-benar mau peduli. Memungut sampah kerap dianggap sebagai pekerjaan yang kotor dan menjijikan.

Para pengrajin barang bekas tidak peduli dengan pandangan tersebut, selama mereka bisa produktif dalam mengurangi sampah dan menghasilkan karya.

Dengan pantang menyerah, mereka memungut barang bekas, mengumpulkan ide, mengerahkan kreativitas, dan mengerahkan banyak waktu juga tenaga dalam jumlah besar.

Sikap pantang penyerah tersebut dapat kita tiru dalam menjalani kehidupan sehari-hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Bedanya Jurnalistik dan Jurnalisme?

Apa Bedanya Jurnalistik dan Jurnalisme?

Skola
Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif pada Sepak Bola

Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif pada Sepak Bola

Skola
Contoh Mosi Debat Pro dan Kontra tentang Covid-19

Contoh Mosi Debat Pro dan Kontra tentang Covid-19

Skola
Jurnalistik: Pengertian dan Karakteristiknya

Jurnalistik: Pengertian dan Karakteristiknya

Skola
7 Karakteristik New Media

7 Karakteristik New Media

Skola
Pengertian New Media dan Manfaatnya

Pengertian New Media dan Manfaatnya

Skola
Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Niels Bohr

Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Niels Bohr

Skola
Contoh Sikap Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan

Contoh Sikap Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan

Skola
Perjuangan Fisik dan Diplomasi dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Perjuangan Fisik dan Diplomasi dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Skola
Contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila

Contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila

Skola
Contoh Penerapan Sila Pertama Pancasila

Contoh Penerapan Sila Pertama Pancasila

Skola
Perpindahan: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Perpindahan: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Skola
Pengertian Akar Tinggal dan Contoh Tumbuhannya

Pengertian Akar Tinggal dan Contoh Tumbuhannya

Skola
5 Sifat Dasar Seni

5 Sifat Dasar Seni

Skola
5 Tokoh Pendiri ASEAN

5 Tokoh Pendiri ASEAN

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.