Kompas.com - 23/10/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi kecoak, membasmi kecoa di rumah. PIXABAY/SHAUN_FIlustrasi kecoak, membasmi kecoa di rumah.

KOMPAS.com - Kecoak yang ditemukan mati hampir selalu dalam posisi terbalik. Ternyata posisi ini membantu kecoak bertahan hidup sedikit lebih lama sebelum akhirnya mati.

Saat akan mati, kecoak kehilangan kontrol otot. Sehingga otot kakinya berkontraksi atau tegang dan akhirnya terselip di bagian bawah kaki mereka.

Alasan kecoak mati dalam posisi terbalik

Mengutip dari situs Owlcation, kecoak yang disemprot menggunakan insektisida (senyawa kimia pembunuh serangga) akan mati dengan posisi terbalik.

Karena kandungan insektisida memengaruhi sistem saraf kecoak. Akibatnya beberapa enzim yang muncul dan berkumpul di tubuh mereka.

Enzim inilah yang menyebabkan kejang otot dan membuat kecoak tidak mampu lagi menopang tubuhnya, bahkan mereka sangat kesulitan untuk membalikkan badannya kembali.

Baca juga: Benarkah Kecoak Bisa Membaca Pikiran Manusia dan Mengejar?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain karena kejang otot, posisi kecoak yang terbalik, yakni dengan bagian punggung di bawah dan kaki di atas, ternyata membantu serangga ini bertahan hidup sedikit lebih lama.

Posisi terbalik membantu kecoak mendapat udara segar lebih banyak ketika disemprot insektisida.

Tidak semua kecoak mati dalam posisi terbalik

Ternyata tidak semua kecoak mati dalam posisi terbalik. Melansir dari situs New York Times, kecoak di alam liar lebih sering ditemukan mati karena usianya sudah tua, atau karena dimangsa oleh hewan lain yang lebih besar seperti burung.

Apabila secara tidak sengaja kecoak di alam liar terpeleset, kemudian berguling dan akhirnya terbalik, selama mereka menemukan pegangan, seperti daun atau ranting pohon, untuk membalikkan tubuhnya kembali, mereka dapat tetap bertahan hidup.

Kecoak adalah serangga yang tangguh

Dalam situs Discovery Place Science, disebutkan bahwa kecoak dikenal sebagai serangga yang tangguh. Karena mampu menahan tingkat radiasi yang akan membunuh manusia dalam waktu 10 menit.

Proses seluler yang lambat dan tubuh kecil milik kecoak membuatnya mampu menahan tingkat radiasi tersebut.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Kecoak Punah?

Bahkan, jika hidup tanpa kepala, kecoak juga masih mampu bertahan hidup selama 10 hari. Hal ini dikarenakan mereka tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan, dan bernapas lewat sisi tubuhnya.

Selain itu, kecoak juga dikenal tangguh karena mampu menahan napasnya selama 30 menit di dalam air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.