Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kondisi Hutan jika Terjadi Penebangan Terus-menerus

Kompas.com - 22/10/2021, 15:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri ,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penebangan pohon secara terus-menerus menimbulkan dampak buruk bagi kondisi hutan serta lingkungan sekitar.

Secara umum, penebangan pohon adalah aktivitas atau kegiatan memotong pohon dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk membuka lahan, memanfaatkan batang kayu, atau untuk tujuan lainnya.

Aktivitas penebangan pohon bisa dibagi menjadi dua, yakni legal (sesuai peraturan) dan ilegal (tidak sesuai peraturan yang berlaku).

Baik penebangan pohon secara legal maupun ilegal, jika dilakukan terus menerus akan menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi kondisi hutan.

Baca juga: Dampak Jika Hutan Bakau Rusak

Penebangan hutan terus-menerus

Bagaimana kondisi hutan jika terjadi penebangan terus-menerus? Mengutip dari buku Bulian (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) “Kayu Besi Borneo dan Sumatera” (2018) oleh Bambang Irawan, jika terjadi penebangan pohon terus-menerus, kondisi hutan akan rusak.

Kerusakan hutan ini meliputi hutan gundul dan mengubah kondisi lingkungan sekitar menjadi gersang. Kondisi hutan yang gundul akan menimbulkan bencana bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya, seperti hewan, serta manusia yang tinggal di sekitarnya.

Menurut Daryanto dalam buku Pelestarian Flora dan Fauna (2019), kondisi kerusakan hutan tidak hanya menyebabkan hutan gundul dan kondisi lingkungan gersang. Kondisi ini juga akan menimbulkan bencana bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Hutan berfungsi sebagai pelindung sumber air, menjadi tempat tinggal binatang, serta menghasilkan oksigen. Jika kondisi hutan rusak, makhluk hidup akan kehilangan sumber air, habitat binatang akan rusak, dan udara menjadi kotor.

Selain itu, beberapa bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor akan sangat mungkin terjadi. Sehingga membahayakan keselamatan hidup manusia dan binatang di hutan.

Baca juga: Cara agar Hutan Bakau tetap Lestari

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Bedanya Marketing dan Sales, Apa Saja?

Bedanya Marketing dan Sales, Apa Saja?

Skola
Ciri-ciri Teks Eksplanasi Beserta Tujuannya

Ciri-ciri Teks Eksplanasi Beserta Tujuannya

Skola
Arti Penting Mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara

Arti Penting Mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara

Skola
Gangguan Simbolik: Pengertian dan Contohnya

Gangguan Simbolik: Pengertian dan Contohnya

Skola
Pengertian dan Ciri-ciri Komunikasi Efektif

Pengertian dan Ciri-ciri Komunikasi Efektif

Skola
Berpikir atau Berfikir, Mana Penulisan yang Benar?

Berpikir atau Berfikir, Mana Penulisan yang Benar?

Skola
Sumber Sekunder: Pengertian dan Contohnya

Sumber Sekunder: Pengertian dan Contohnya

Skola
Ciri-ciri Komet dan Jenisnya

Ciri-ciri Komet dan Jenisnya

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Sel Haploid?

Apa yang Dimaksud dengan Sel Haploid?

Skola
Hewan Ternak: Pengertian dan Contohnya

Hewan Ternak: Pengertian dan Contohnya

Skola
Mengapa Air Termasuk Senyawa Anorganik?

Mengapa Air Termasuk Senyawa Anorganik?

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Mikoriza?

Apa yang Dimaksud dengan Mikoriza?

Skola
Jawaban dari Soal 'Muatan Listrik 120 C Berpindah'

Jawaban dari Soal "Muatan Listrik 120 C Berpindah"

Skola
Interrogative Pronouns: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Interrogative Pronouns: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Skola
Senyawa yang Diperlukan dalam Reaksi Glikolisis

Senyawa yang Diperlukan dalam Reaksi Glikolisis

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com