Kompas.com - 09/10/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi air minum freepik.com/rawpixel.comIlustrasi air minum

KOMPAS.comAir laut tidak bisa dikonsumsi manusia. Kandungan garamnya yang tinggi dapat menyebabkan tubuh mengalami masalah kesehatan.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, air laut mengandung 96,5 persen air, 2,5 persen garam, dan sisanya merupakan zat kecil lain, baik bahan anorganik atau organik. Air laut juga dikenal kaya akan kandungan mineralnya, seperti merkuri.

Air laut beracun bagi tubuh kita

Mengutip dari situs United States Geological Survey (USGS), air laut beracun bagi tubuh manusia. Beracun bukan berarti air laut mengandung racun berbahaya untuk makhluk hidup, namun lebih pada kandungan garamnya yang tinggi.

Saat mengonsumsi air laut, ginjal manusia akan kesulitan membuang kandungan garam. Agar bisa mengencerkan dan mengeluarkan kandungan garam lewat urine, manusia harus banyak minum air tawar atau air putih yang biasa kita konsumsi.

Baca juga: Narwhal Si Unicorn Laut

Tubuh kita hanya membutuhkan sedikit garam

Dalam situs Wonderopolis dijelaskan bahwa tubuh manusia hanya membutuhkan sedikit kandungan garam. Darah manusia memiliki salinitas 9. Salinitas adalah tingkat garam air laut yang dihitung perseribu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salinitas 9 berarti ada 9 gram garam serta 991 gram air dalam 1.000 gram cairan. Artinya kandungan air jauh lebih banyak dibanding garam.

Sementara itu, air laut termasuk cairan hipertonik atau mengandung lebih banyak garam dibanding darah manusia. Faktanya, air laut memiliki tingkat salinitas 35 atau setara dengan empat kali salinitas darah.

Masalah kesehatan

Minum air laut menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, berikut di antaranya:

Dehidrasi

Tidak hanya membuat ginjal kesulitan mengencerkan garam, minum air laut juga menyebabkan dehidrasi. Karena air dalam tubuh digunakan untuk membantu mengencerkan kelebihan garam. Akibatnya fungsi tubuh dapat terganggu karena kekurangan air.

Dehidrasi mengakibatkan rasa haus berlebihan dan urine dikeluarkan lebih sering. Hal ini dikarenakan tubuh sedang berusaha mengeluarkan kelebihan garam.

Baca juga: Alasan Dibalik Keringnya Laut Aral

Gagal ginjal

Saat mengonsumsi air laut, ginjal manusia berfungsi menyaring kelebihan garam. Maka dari itu, ginjal membutuhkan lebih banyak air. Apabila air laut terus dikonsumsi, hal ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal bahkan kematian.

Kematian

Konsumsi air laut secara terus menerus dan berlebihan dapat menyebabkan kram otot, mual, serta tekanan darah tinggi.

Jika persentase air laut yang dikonsumsi jauh lebih banyak dibanding air biasa, secara perlahan tubuh akan mengalami kegagalan organ, keadaan koma, dan bahkan kematian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.