Kompas.com - 02/10/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi suwit batu-gunting-kertas ShutterstockIlustrasi suwit batu-gunting-kertas

KOMPAS.com - Permainan batu-gunting-kertas masih populer hingga saat ini. Tidak hanya di Indonesia, permainan ini juga populer di beberapa negara di dunia.

Cara permainannya cukup mudah. Biasanya permainan ini dimainkan oleh dua orang dengan menggerakkan telapak dan jari tangan sesuai bentuk batu, gunting, dan kertas.

Posisi tangan ketika membentuk batu adalah mengepalkan kelima jari tangan. Saat membentuk gunting hanya menggunakan jari tengah dan jari telunjuk, seperti angka dua. Sedangkan bentuk kertas dilakukan dengan merentangkan kelima jari tangan, seperti angka lima.

Permainan batu-gunting-kertas diperkirakan sudah ada semenjak ribuan tahun yang lalu. Sejarah mencatat awal mula permainan ini berasal Dinasti Han China.

Baca juga: Ikan Candiru, Si Mungil yang Berbahaya

Siapakah penemu permainan batu-gunting-kertas?

Melansir dari situs Word Rock Paper Scissors Association (WRPSA), permainan batu-gunting-kertas pertama kali disebutkan oleh seorang penulis di Dinasti Ming China, bernama Xie Zhaozhi, lewat bukunya yang berjudul Wuzazu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam bukunya tersebut, Xie Zhaozhi menggunakan istilah shoushiling, artinya ‘tiga yang takut satu sama lain’. Tidak hanya itu, ia juga menuliskan bahwa permainan ini sudah ada sejak Dinasti Han China berkuasa, yakni sekitar 206 SM hingga 220 M.

Berawal dari permainan katak-siput-ular

Dikutip dari situs History Daily, ternyata permainan batu-gunting-kertas berawal dari permainan katak-siput-ular, yang dulunya disebut shousiling.

Katak dilambangkan dengan ibu jari, jari kelingking mewakili siput, serta ular disimbolkan dengan jari telunjuk.

Shousiling juga sangat berkembang pesat di Jepang. Masyarakat Jepang menyebutnya dengan istilah Janken.

Permainan ini sering digunakan untuk menyelesaikan masalah serta utnuk mengambil keputusan di berbagai bidang, seperti bisnis, sosial, hingga politik.

Baca juga: Mengapa Kita Tidak Dapat Melihat Udara?

Permainan batu-gunting-kertas paling mahal

Selain digunakan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan di Jepang, permainan batu gunting kertas juga pernah digunakan dalam lelang koleksi seni.

Pada 2005, seorang pengusaha Jepang, Takashi Hashiyama melelang koleksi seninya. Ia tidak bisa memutuskan mana rumah lelang yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut. Akhirnya Takashi menggunakan permainan batu-gunting-kertas sebagai penentunya.

Hasilnya salah satu pihak memenangkan permainan tersebut, dan mendapat komisi jutaan dollar. Dengan demikian permainan ini disebut sebagai permainan batu-gunting-kertas termahal dalam sejarah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.