Kompas.com - 03/09/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi ciri-ciri sosiologi KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi ciri-ciri sosiologi

KOMPAS.com - Sosiologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial. Sosiologi juga termasuk ilmu pengetahuan yang banyak dipelajari di institusi pendidikan. Secara garis besar, ilmu ini membahas tentang kehidupan masyarakat.

Diperkirakan ilmu sosiologi lahir pada abad ke-19. Ilmu sosial ini dipopulerkan oleh Aguste Comte lewat bukunya Course de Philosophie Positive. Dalam bukunya tersebut, Aguste menjelaskan beberapa tahapan penting untuk mempelajari masyarakat.

Menurut Trisni Andayani dan kawan-kawan dalam buku Pengantar Sosiologi (2020), sosiologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari hubungan sosial dalam masyarakat. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola umum di masyarakat.

Sebagai cabang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat, sosiologi mempunyai empat ciri penting. Berikut penjelasannya yang mengutip dari buku Antropologi dan Sosiologi Pendidikan (2021) karya Erdinson Simbolon:

Sosiologi bersifat empiris

Sosiologi bersifat empiris artinya sikap sosiologi mendasar pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif. Sosiologi adalah ilmu nyata yang didasarkan pada fakta yang logis, bukan ilmu imajinasi atau khayalan.

Baca juga: Apa Saja Obyek Kajian Sosiologi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam buku Sosiologi untuk Mahasiswa Fakultas Hukum (2019) karya J. M. Henny Wiludjeng dan teman-teman, dijelaskan jika sosiologi bersifat empiris berarti gejala sosial diamati, hingga akhirnya menimbulkan kesan di pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indra.

Sosiologi bersifat teoritis

Artinya sosiologi merupakan ilmu yang disusun berdasarkan data serta hasil observasi yang akurat. Ilmu sosial ini digunakan dengan selalu berusaha menyusun abstraksi yang telah tersusun secara logis, bertujuan untuk menjalankan hubungan sebab akibat, dan akhirnya menjadi teori.

Pada intinya, ciri teoritis menekankan hubungan sebab akibat dari gejala sosial di masyarakat. Ciri ini juga memfokuskan pada penyusunan abstraksi yang merupakan kerangka dari susunan berbagai unsur logis.

Sosiologi bersifat kumulatif

Artinya sosiologi disusun atas dasar teori yang telah ada, kemudian diperbaiki, dan diperluas untuk memperkuat teori terdahulu. Kata lainnya, teori sosiologi selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh pihak yang ini mengetahuinya atau bersifat obyektif.

Sosiologi bersifat non-etis

Artinya pembahasan masalah dalam sosiologi, tidak memperdebatkan baik atau buruknya. Namun, lebih berfokus pada penjelasan secara mendalam tentang bagaimana permasalahan itu dapat terjadi di lingkungan sosial.

Baca juga: Komunitas dalam Perspektif Sosiologi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.