Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stock Keeping Unit: Pengertian, Fungsi, Cara Penggunaan, dan Contohnya

Kompas.com - 18/08/2021, 13:39 WIB
Silmi Nurul Utami,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Suatu perusahaan manufaktur bisa memproduksi barang dalam jumlah banyak dalam satu waktu. Barang yang diproduksi juga tidak selalu sama, melainkan berbeda-beda. Misalnya pabrik sepatu dapat menghasilkan sepatu dalam berbagai tipe.

Sepatu-sepatu tersebut kemudian disimpan ke dalam gudang untuk di cek kesediaanya. Tentu akan sulit mengecek sepatu yang berbeda jika tidakada penanda, maka dibuatlah istilah stock keeping unit. Namun apakah pengertian stock keeping unit?

Dilansir dari The Balance Small Business, pengertian stock keeping unit atau SKU adalah kode alfanumerik yang dirancang berdasarkan kriteria atau karakteristik yang dianggap penting. Kode alfanumerik tersebut biasany terdiri dari delapan karakter atau lebih.

Yang merupakan rangkaian dari kode karakteristik produk tersebut. Sehingga stock keeping unit adalah kode identifikasi produk yang membedakan satu produk dengan produk lainnya.

Baca juga: Pengertian Proses Produksi Terputus-Putus, Sifat, Kelemahan dan Keuntungan

Fungsi stock keeping unit (SKU)

Stock keeping unit selain menjadi identitas suatu produk, memiliki banyak fungsi sebagai berikut:

  • Mempermudah manajemen inventaris

SKU memberikan kode setiap produk yang tersedia, sehingga penyimpanan barang dapat dilakukan sesuai dengan kriteria. Setelah dikelompokkan, barang dapat dirinci ketersediaannya dengan mudah.

SKU membuat penyimpanan barang lebih rapi sehingga manajemen inventarispun lebih mudah dilakukan.

  • Mempermudah cek ketersediaan stok

Dengan adanya SKU yang mempermudah manajemen inventasi, secara langsung juga mempermudah cek ketersediaan stok.

Dilansir dari Investopedia, SKU membuat pemilik toko dengan mudah melacak jumlah produk yang dimiliki dan mengidentifikasi penyusutan dalam persediaan produk.

Disadur dari Corporate Finance Institute, penyusutan persediaan adalah situasi ketika jumlah produk dalam persediaan lebih sedikit daripada yang tercatat dalam daftar persediaan.

Selisih tersebut dapat terjadi karena adanya produk yang rusak ataupun hilang. Sehingga SKU juga membantu pengecekan keamaan produk.

  • Mengidentifikasi barang

SKU memudahkan penjual ataupun pembeli untuk mengidentifikasi barang. SKU menyediakan identitas barang tanpa harus berkeliling melihat barang satu persatu.

Dengan adanya SKU, seorang pembeli dapat membandingkan karakteristik barang yang serupa dengan hanya melihat kodenya. SKU juga memungkinkan seorang penjual melacak penjualan suatu produk tertentu dengan mudah.

Baca juga: Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek dan Panjang

Cara penggunaan SKU

SKU digunakan untuk membedakan suatu produk dengan produk lainnya berdasarkan kriteria seperti merek, model, warna, ukuran, dan ciri lainnya. Setiap perusahaan memiliki cara pembuatan SKU-nya sendiri.

Namun intinya SKU tidak boleh terlalu pendek maupun terlalu panjang, biasanya terdiri dari delapan hingga 12 karakter. Setiap karakter dalam SKU harus memiliki makna dan formatnya harus tetap sehingga mudah dimengerti.

Kode SKU juga biasanya diawali dengan karakteristik produk yang paling umum lalu diakhiri dengan karakteristik paling khusus. Hal ini memudahkan pengelompokkan barang sesuai kriteria.

Contoh Stock Keeping Unit

Misalnya pada manufaktur sepatu stock keeping unit misalnya sepatu hak tinggi dikodekan dengan “HT”, warna hitam dikodekan dengan “blk”, satu tali ditandai dengan “A1”, ukuran Ditandai dengan nomor seperti 36, 37, 38, dan seterusnya, lalu nomor seri produk dikodekan dengan 001 untuk produk pertama, 002 untuk produk kedua, dan seterusnya.

Sehingga sepatu hak tinggi dengan warna hitam, bertali satu, berukuran 39 bernomor seri 2 memiliki SKU “HT-blk-A1-39-002”.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan Contohnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com