Kompas.com - Diperbarui 12/01/2022, 18:11 WIB

KOMPAS.com – Dalam penggunaan bahasa terdapat banyak kalimat, salah satunya adalah kalimat definisi

Menurut Kridalaksana dalam Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia (1999) menyebutkan kalimat yaitu satuan gagasan yang relatif berdiri sendiri, dilengkapi intonasi final, dan terdiri dari klausa.

Hasan Alwi, dan teman-teman dalam Tata Bahasa Baku Indonesia (2000) mengatakan bahwa kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Salah satu jenis kalimat adalah kalimat definisi.

Pengertian kalimat definisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi adalah kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas.

Sehingga kalimat definisi adalah rangkaian kata yang bertujuan menjelaskan baik arti maupun makna suatu obyek.

Baca juga: Penggunaan Tanda Tanya dan Tanda Seru pada Kalimat

Ciri-ciri kalimat definisi

Ciri-ciri kalimat definisi, sebagai berikut:

  • Penggunaan kata adalah, ialah, yaitu, merupakan, yaitu, dan yakni
  • Kalimatnya berisi penjelasan arti ataupun makna suatu objek
  • Digunakan dalam karya ilmiah untuk memberikat fakta
  • Digunakan dalam karya fiksi untuk menguatkan cerita
  • Maknanya tidak berubah jika kalimat dibalik (objek berada di awal maupun di akhir kalimat)
  • Diakhiri dengan tanda titik

Jenis-jenis kalimat definisi

Berikut merupakan jenis-jenis kalimat definisi, yaitu:

Definisi nominal

Berdasarkan situs Stanford Encyclopedia of Philosophy, definisi nominal adalah definisi yang menjelaskan arti suatu istilah yang berisi informasi cukup untuk memberikan pemahaman tentang istilah tersebut.

Definisi nominal merupakan definisi yang sederhana karena bisa berupa penjelasan sinonim suatu istilah saja. Misalnya:

  1. Atlet adalah olahragawan
  2. Seruling adalah alat musik tiup
  3. Amfibi adalah hewan yang hidup di darat dan di air

Definisi paradigmatis

Menurut Pamela S. Maykut dan Richard Morehouse dalam Beginning Qualitative Research: A Philosophic and Practical Guide (1994), paradigma adalah seperangkat asumsi yang menyeluruh dan saling berhubungan tentang sifat realitas.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.