Kompas.com - 05/08/2021, 17:50 WIB
Ilustrasi perbedaan gaung dan gema KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi perbedaan gaung dan gema

KOMPAS.com – Saat berdiri di mulut gua yang kosong, cobalah untuk meneriakan satu kata. Jika kamu meneriakan kata “halo”, akan terdengar suara “halo lo lo lo lo” yang mengikuti suaramu namun perlahan-lahan menghilang dan tidak terdengar lagi.

Menurutmu, termasuk gema ataukah gaung suara tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian gaung dan gema serta perbedaan di antara keduanya.

Gema dan gaung dalam pemantulan gelombang suarahyperphysics.phy-astr.gsu.edu Gema dan gaung dalam pemantulan gelombang suara

Bunyi adalah gelombang longitudinal yang dapat memantul jika terkenal tembok atau suatu permukaan benda baik tembok, benda, tebing, gua, maupun permukaan air. Setelah memantul, bunyi dapat menyebabkan gema maupun gaung.

Dalam bahasa Inggris gema disebut sebagai echo dan gaung disebut sebagai reverberation. Gema adalah pantulan bunyi yang didengar sesaat setelah bunyi berlangsung.

Dilansir dari HyperPhysics Concepts, gaung adalah kumpulan bunyi yang dipantulkan dari permukaan di dalam ruang tertutup yang jika berlebihan dapat menghilangkan artikulasi.

Baca juga: Besaran Cepat Rambat Bunyi sesuai Mediumnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaan 

Berikut perbedaan gema dan gaung, yaitu:

  • Jarak

Perbedaan pertama antara gema dan gaung adalah jaraknya terhadap sumber suara dan pendengar. Gema cenderung terjadi dalam jarak yang besar, baik ruangan yang sangat luas maupun di tebing yang tinggi. Yang pasti jarak antara sumber suara dengan dinding pantulan yang menyebabkan gema jauh.

Tetapi gaung cenderung terjadi dalam jarak yang kcil, misalnya di ruangan sempit maupun gua. Yang pasti jarak antara sumber suara dengan dinding yang memantulkan bunyi dekat atau pendek.

  • Waktu dan kejelasan artikulasi

Dalam jarak yang luas, bunyi akan melesat lalu memantul saat mencapai dinding atau tebing. Disadur dari The Physics Classroom, pemantulan gelombang suara inilah yang menghasilkan gema. Misalnya sama kamu berteriak “semangat”.

Maka gema akan terdengar setelah kamu selesai mengatakan “semangat” dalam jeda waktu yang sangat singkat misal 0,1 detik. Hasil bunyi yang terdengar dari gema merupakan “semangat”, sama persis dengan apa yang kamu katakan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.