Kompas.com - 05/08/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi pengertian dan contoh pemenggalan kata KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi pengertian dan contoh pemenggalan kata

KOMPAS.com – Ketika menulis suatu kalimat bahasa Indonesia, terkadang kalimat terlalu panjang sehingga harus melebihi batas kanan kertas. Mau tidak mau, kata harus terpotong dan dilanjutkan ke baris di bawahnya. Pemotongan kata tersebut dilakukan dengan pemenggalan kata.

Pemenggalan kata adalah proses pemenggalan atau pemotongan kata sehingga kata bisa dituliskan dan dilafalkan atau dieja dengan baik.

Berikut aturan pemenggalan kata yang dilansir dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (2016) yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Pemenggalan kata dasar

Pemenggalan kata dasar didasarkan kepada jenus hurufnya yaitu huruf vokal, huruf diftong, dan huruf konsonan.

  • Huruf vokal

Jika dalam suatu kata terdapat huruf vokal yang berurutan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut. Misalnya:

  1. Saat dipenggal menjadi sa-at.
  2. Riuh dipenggal menjadi ri-uh.
  3. Buang dipenggal menjadi bu-ang.

Baca juga: Daftar Kata Bentuk Ulang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Huruf diftong

Huruf diftong yaitu ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal, contohnya:

  1. Landai dipenggal menjadi lan-dai.
  2. Aula dipenggal menjadi au-la.
  3. Survei dipenggal menjadi sur-vei.
  • Huruf konsonan

Jika di tengah suatu kata terdapat huruf konsonan, maka pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut. Misalnya:

  1. Dengan dipenggal menjadi de-ngan.
  2. Negara dipenggal menjadi ne-ga-ra.
  3. Mufakat dipenggal menjadi mu-fa-kat.

Namun jika di tengah kata terdapat dua huruf konsonan yang berhimpitan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan tersebut. Misalnya:

  1. Tampung dipenggal menjadi tam-pung.
  2. Lampu dipenggal menjadi lam-pu.
  3. Swasta dipenggal menjadi swas-ta.

Jika ditengah kata terdapat tiga huruf konsonan yang berhimpitan. Maka pemenggalannya dilakukan antara perbedaan bunyinya, seperti:

  1. Bangsa dipenggal menjadi bang-sa.
  2. Diskrit dipenggal menjadi dis-krit.
  3. Tanggung dipenggal menjadi tang-gung.

Baca juga: Gabungan Kata: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Kata turunan

Pemenggalan kata turunan dapat dilakukan dengan memenggal antara kata dasar dan unsur pembentuknya sehingga membentuk morfem.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.