Kompas.com - 27/07/2021, 14:57 WIB
Ilustrasi karst freepik.com/wirestockIlustrasi karst

KOMPAS.com - Bentang alam karst terbentuk lewat proses pelarutan dan pengendapan selama jutaan tahun. Biasanya karst bisa ditemui di daerah bebatuan karbonat. Namun, tidak sedikit pula bisa ditemui di jenis bebatuan lain yang mudah larut.

Menurut Djauhari Noor dalam buku Geomorfologi (2014) karst adalah suatu bentuk bentang alam yang terbuat atau tersusun dari bebatuan karbonat dan telah mengalami proses pelarutan dengan asam karbonat.

Kata ‘karst’ diambil dari bahasa Yugoslavia atau Slovenia. Dalam istilah aslinya, karst merujuk pada nama suatu kawasan di perbatasan Yugoslavia dengan bagian timur laut Italia. Istilah ini kemudian digunakan sebagai salah satu istilah geografi internasional.

Mengutip dari buku Kamus Geografi: Edisi Tematik dan Visual (2020) karya Gatot Harmanto dan Rudi Hartono, karst merupakan kawasan yang kering, tidak subur, biasanya memiliki wilayah cekungan, adanya sebagai akibat erosi serta pelapukan kimia, memiliki sungai bawah permukaan, dan tidak mengalami perkembangan pada bagian permukaannya.

Baca juga: Proses Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit

Bentang alam karst dibagi menjadi dua, yakni karst mayor dan minor. Dilansir dari situs Laboratorium Geologi Dinamik – Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, perbedaan antara karst mayor dan minor terletak pada penampakannya di citra satelit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karst mayor dapat dilihat di peta topografi atau citra satelit. Sedangkan karst minor tidak bisa diamati di peta topografi atau citra satelit. Jenis karst minor tidak bisa diamati karena ukurannya yang kecil, berbeda dengan karst mayor yang berukuran besar.

Jenis-jenis bentang alam karst

Kedua kelompok karst ini masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasannya:

  • Karst minor

Karst minor merupakan jenis karst yang berukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat melalui peta topografi ataupun citra satelit. Karst minor dibagi menjadi lima jenis, yakni:

  1. Karst Lapies
    Merupakan bentuk permukaan yang tidak rata pada permukaan bebatuan karbonat. Jenis karst ini terbentuk akibat proses pelarutan bebatuan karbonat dengan unsur lainnya, penggerusan, ataupun proses lainnya.
  2. Karst Split
    Adalah bentuk celah pelarutan berbagai senyawa kimia, seperti nitrogen dan karbon dioksida, yang terbentuk di daerah permukaan. Karst ini terbentuk karena disebabkan oleh bertemunya runnels. Karst split sering juga disebut sebagai bentuk pengembangan karst runnel.
  3. Parit Karst
    Adalah alur pada permukaan yang memanjang sehingga membentuk parit. Jenis karst ini merupakan bentuk pengembangan dari jenis karst split yang memanjang. Parit karst juga disebabkan oleh adanya pelarutan bebatuan karbonat dengan senyawa kimia lainnya.
  4. Fitokarst
    Adalah bentuk permukaan yang berlekuk-lekuk dengan bagian lubang yang saling berhubungan. Antarsatu lubang dengan lainnya hanya dibatasi tepi yang tajam, sehingga bentuknya menyerupai bunga karang (jenis batugamping). Pembentukan fitokarst disebabkan oleh pengaruh aktivitas biologis, yakni jenis algae yang tumbuh di dalam batugamping.
  5. Karst Speleothem
    Adalah jenis karst yang biasanya ditemui di dalam gua. Karst jenis ini memiliki endapan warna putih yang mirip seperti tetesan air dan menempel di langit gua. Speleothem terbentuk karena adanya endapan kalsium karbonat yang mengalami presipitasi (proses pengendapan) saat air tanah membawanya masuk ke dalam gua.

Baca juga: Urutan Lapisan Matahari

  • Karst mayor

Karst mayor memiliki ukuran yang besar, sehingga bisa diamati lewat peta topografi ataupun citra satelit. Karst mayor dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Karst Doline (Surupan atau Sinkhole)
    Adalah kawasan cekungan yang tertutupi oleh hasil pelarutan karbonat dengan senyawa lainnya. Karst ini dapat berbentuk bundar atau lonjong. Diameternya beragam, mulai dari beberapa meter hingga sekian kilometer. Untuk kedalamannya bisa mencapai ratusan meter.
  2. Uvala
    Adalah gabungan dari beberapa jenis karst doline, sehingga membentuk cekungan (depresi) yang tertutup dan besar. Jenis karst ini memiliki lantai dasar yang tidak rata, serta dinding yang curam dan berbatu. Uvala terbentuk oleh proses pelarutan karbonat dengan senyawa lainnya.
  3. Polje
    Adalah cekungan yang tertutup dan besar, dengan bagian lantai dasar serta dinding yang curam. Polje memiliki bentuk yang tidak beraturan dan biasanya memanjang. Polje terbentuk karena adanya patahan pada lapisan kedap air atau impermeable.
  4. Karst Jendela
    Adalah lubang di atap gua yang menghubungkan antara ruang dalam gua dengan udara di luar. Jenis karst ini terbentuk karena atap gua runtuh karena proses alamiah. Selain ditemui di bagian atap gua, karst jendela juga dapat ditemui di atap sungai bawah tanah.

 Baca juga: Struktur Lapisan Bumi dari yang Terdalam hingga ke Permukaan


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.