Kompas.com - 26/07/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi hakikat ilmu fisika freepik.com/macrovectorIlustrasi hakikat ilmu fisika

KOMPAS.com – Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang sifatnya fundamental bagi teknologi. Hal tersebut karena fisika mendasari berbagai teknologi modern yang dibuat oleh manusia.

Misalnya kelistrikan dan perangkat elektronik yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Dilansir dari Lumen Learning, fisika adalah ilmu alam yang mempelajari materi serta geraknya melalui ruang dan waktu, bersama dengan konsep terkait energi dan gaya. Lebih luasnya fisika mempelajari alam, mencakup bagaimana alam semesta berperilaku dan interaksi yang terjadi di dalamnya.

Ilmu fisika memiliki hakikat yang mengikat sebagai dasar ilmunya. E. L. Chiapetta dan T. R. Koballa dalam buku Science Instruction in the Middle and Secondary Schools (1994) menyebutkan terdapat tiga hakikat ilmu fisika, yakni: 

  • Fisika sebagai kumpulan pengetahuan (a body of knowledge)

Fisika sebagai kumpulan pengetahuan mempelajari peristiwa alam dan interaksi yang terjadi antar alam dan manusia secara ilmiah. Hasil pembelajaran dan interaksi tersebut kemudian dikumpulkan menjadi suatu produk ilmu pengatahuan.

Baca juga: Energi Potensial: Definisi, Jenis, dan Rumus Fisika

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kumpulan ilmu pengetahuan tersebut terdiri dar fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan juga model ilmiah. Kumpulan ilmu pengatahuan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan manusia.

Contoh penerapan fisika sebagai produk adalah studi tentang massa materi yang menghasilkan hukum kekekalan massa sebagai produknya.

Hukum kekekalan massa tersebut kemudian digunakan untuk berbagai teknologi seperti pembangkit listrik, alat otomotif, dan juga berbagai reaksi kimia untuk pembuatan materi juga obat-obatan.

Fisika sebagai sikap ilmiah atau a way of thinking merupakan cara berpikir dalam menghadapi berbagai masalah. E. L. Chiapetta dan T. R. Koballa dalam buku Science Instruction in the Middle and Secondary Schools (1994) menyebutkan sikap yang terbentuk adalah keyakinan, rasa ingin tahu, imajinasi, penalaran, dan juga pemahaman diri.

Sikap ilmiah perlu digunakan sebagai kerangka berpikir dalam menghadapi suatu permasalahan ilmiah. Fisika sebagai sikap mengajarkan seseorang untuk berpikir secara obyektif, tekun, faktual, jujur dan juga bertanggung jawab.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.