Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kegiatan Ekonomi dalam Memanfaatkan Sumber Daya Laut

Kompas.com - 23/07/2021, 15:08 WIB
Silmi Nurul Utami,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Permukaan bumi sebagian besar ditutupi oleh air. Dilansir dari NASA Science, lautan menutupi 70 persen dari permukaan bumi dan mengandung 97 persen air yang dimiliki bumi.

Wilayah yang sangat luas membuat laut berperan penting dalam kehidupan manusia. Misalnya berperan penting dalam siklus air bumi, pembentukan iklim, habitat flora dan fauna, hingga mengandung sangat banyak sumber daya laut.

Manusia menggunakan sumber daya laut untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membangun sektor ekonomi. Berikut adalah jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut, yaitu:

  • Penangkapan ikan atau nelayan

Dilansir dari Science, manusia mulai mengumpulkan ikan dan hewan air di pantai sebagai sumber makanan sekitar 1,95 juta tahun yang lalu.

Hal tersebut membuktikan kegiatan penangkapan ikan telah ada sejak jaman prasejarah dan terus berlanjut hingga sekarang.

Baca juga: Jenis-Jenis Pekerjaan Berdasarkan Letak Geografis

Penangkapan ikan adalah kegiatan ekonomi pemanfaatan sumber daya laut yang menangkap ikan dan hewan laut lainnya untuk kepentingan ekonomi.

Nelayan laut dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni: 

  1. Nelayan perairan pedalaman adalah nelayan yang menangkap ikan di perairan yang terletak di darat dari garis rendah pantai.
  2. Nelayan pantai adalah nelayan yang menangkap ikan di pantai atau wilayah territorial yaitu sejauh 12 meter dari garis pantai.
  3. Nelayan lepas pantai adalah nelayan yang menangkap ikan di wilayah lepas pantai yaitu dalam zona ekonomi ekslusif (ZEE). ZEE berada sekitar 200 mil diukur dari garis laut territorial.
  4. Nelayan laut lepas adalah nelayan yang menangkap ikan di wilayah laut bebas, yaitu bagian laut yang tidak terikat dengan negara apa pun.

Penangkapan ikan meliputi penangkapan ikan, udang, gurita, cumi-cumi, kerang, abalone, dan hewan laut lainnya untuk keperluan ekonomi.

Selain menangkap ikan, nelayan juga biasanya melakukan pengawetan ikan dengan cara pengeringan untuk kemudian dijual ke pasar.

Selain ditangkap secara langsung dari perairan, hewan laut juga biasanya dibudidayakan. Budidaya ikan, udang, kepiting, lobster, dan ikan laut biasanya dilakukan dalam tambak dan dikontrol proses perkembangannya hingga masa panen tiba.

Baca juga: Pengaruh Geografis Indonesia sebagai Negara Maritim

  • Petani garam Kota Pasuruan berharap musim panas lebih dari 6 bulan agar garam mereka lebih berkualtias dan melimpah.K19 Petani garam Kota Pasuruan berharap musim panas lebih dari 6 bulan agar garam mereka lebih berkualtias dan melimpah.
    Petani garam

Garam yang digunakan untuk keperluan bumbu dapur, industri, maupun kebutuhan lainnya di dapatkan dari air laut. Air laut asin karena mengandung garam atau natrium krlorida yang terlarut di dalamnya.

Dilansir dari Science Daily, rata-rata air laut dunia memiliki salinitas (kadar garam terlarut) sekitar 3,5 persen atau 35 bagian per seribu.

Yang berarti satu liter air garam, dapat mengandung sekitar 35 gram garam.

Garam di dapat dengan cara menampung air laut dalam tambak garam (kolam dangkal di tepi laut) dan menguapkan airnya dengan bantuan sinar matahari. Setelah air laut menguap, akan tersisa krital garam yang siap digunakan.

  • Budidaya rumput laut

Rumput laut merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin A, C, dan E, serat, antioksidan, dan berbagai mineral yang baik untuk memelihara tiroid, usus, jantung, mengontrol gula darah, dan menurunkan berat badan.

Manfaat tersebut membuat rumput laut diminati banyak orang di seluruh dunia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukan budidaya rumput laut.

Dilansir dari Indonesia Seaweed Industry Association, Indonesia memproduksi lebih dari 75 persen rumput laut tropis global. Menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar penghasil rumput laut, bersama dengan China.

Baca juga: Upaya Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia

  • Budidaya kerang mutiara

Mutiara merupakan benda berharga yang berasal dari dalam tubuh kerang, mutiara digunakan sebagai aksesori dan juga dalam bidang kecantikan. Budidaya kerang mutiara adalah kegiatan mengembangbiakkan kerang mutiara untuk diambil mutiranya.

Anak spesies kerang mutiara yang bisa dibudidayakan adalah Pinctada fucata, Pinctada margaritfera, Pinctada chemnitzii, Pinctada sugillata, Pinctada anomioides, dan Pinctada atropurpurea. Yang masing-masing menghasilkan mutiara dengan ukuran dan warna yang berbeda.

  • Pemandangan bawah laut di Raja Ampat selalu menarik untuk dikunjungi.KOMPAS TV Pemandangan bawah laut di Raja Ampat selalu menarik untuk dikunjungi.
    Wisata bawah laut

Wisata bawah laut merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam bidang pariwisata yang menghasilkan pendapatan baik untuk negara walaupun masyarakat sekitar tempat wisata.

Wisata bawah laut dapat berupa diving dan juga snorkeling yang menyajikan keindahan ekosistem terumbu karang dan hewan laut yang hidup di dalamnya.

Indonesia merupakan negara maritim dengan banyak laut dan juga pulau dan memiliki potensi wisata bawah laut yang tinggi.

Misalnya Kepulauan Raja Ampat di Barat Laut papua yang merupakan salah satu geopark nasional mengundang banyak turis dan mampu mengembangkan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya juga pemerintah.

Baca juga: Potensi Sumber Daya Maritim Indonesia

  • Kerajinan kerang laut

Cangkang kerang kosong banyak ditemukan di pantai dan juga sisa dari kerang yang dikonsumsi. Cangkang kerang dibuat menjadi kerajinan tangan bisa berupa gantungan kunci, kalung, pigura, vas bunga, tirai, hiasan lampu, hiasan cermin, dan juga hiasan meja.

Kegiatan kerajinan kerang laut mengurangi sampah kerang yang tidak digunakan lagi dan mengubahnya menjadi benda bernilai ekonomi. Sehingga menjadi salah satu mata pencarian bagi masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com