Kompas.com - 21/07/2021, 15:17 WIB
Ilustrasi macam-macam bilangan KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi macam-macam bilangan

KOMPAS.comBilangan merupakan suatu konsep berupa angka yang digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari manusia.

Dalam matematika seringkali dijumpai soal untuk menentukan mana angka yang merupakan bilangan asli dan mana angka yang merupakan bilangan cacah.

Soal tersebut didasari atas jenis-jenis bilangan. Ada macam-macam bilangan yang digunakan oleh, yaitu: 

  • Bilangan nol

Bilangan nol adalah bilangan yang berarti kosong atau tidak ada objek apapun. Bilangan nol dilambangkan dengan angka 0.

Bilangan nol merupakan angka yang istimewa. Semua bilangan yang dikalikan dengan nol, akan menghasilkan nol.

Dilansir dari Wolfram MathWorld, pembagi dan fungsi pembagi nol dianggap tidak terdefinisi. Sehingga semua bilangan yang dibagi nol, nilainya tidak akan terdefinisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bilangan Eksponen: Definisi, Sifat, dan Contoh Soal

  • Bilangan bulat

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan positif, bilangan negatif, dan juga bilangan nol.

Operasi matematika yang sering digunakan, merupakan variasi dari bilangan bulat. Setiap bilangan bulat, memiliki lawannya sendiri. Misalnya bilangan 10 memiliki lawan -10, dan sebagainya.

Bilangan bulat dibagi lagi menjadi dua, yaitu bilangan bulat genap dan bilangan bulat ganjil. Bilangan bulat genap merupakan bilangan yang bisa dibagi dua. Contoh bilangan bulat genap adalah -8, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, dan 8.

Adapun bilangan bulat ganjil adalah bilangan yang tidak bisa dibagi dua, atau saat dibagi dua akan bersisa. Contoh bilangan bulat ganjil adalah -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, dan 7.

  • Bilangan asli

Dilansir dari Cuemath, bilangan asli adalah bilangan bulat positif dari satu hingga tak terhingga.

Bilangan asli juga sering disebut dengan bilangan bulat positif. Angka yang termasuk bilangan asli adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan seterusnya hingga tak terhingga.

Baca juga: Bilangan Kuantum: Pengertian dan Macamnya

  • Bilangan cacah

Bilangan cacah adalah gabungan bilangan nol dan bilangan asli. Sehingga bilangan asli adalah bilangan bulat dari 0 ke bilangan bulat positif dari satu hingga tak terhingga.

Angka yang termasuk bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan seterusnya hingga tak terhingga.

  • Bilangan prima

Sari Puspita dalam jurnal Metode Solovay-Strassen Untuk Pengujiam Bilangan Prima (2015) menyebutkan bahwa bilangan prima merupakan bilangan bulat positif yang lebih besar dari satu dan hanya habis dibagi satu dan dirinya sendiri.

Misalnya angka 3, yang faktor pembaginya 1 dan 3. Atau bilangan 5 yang faktor pembaginya 1 dan 3. Sedangkan bilangan 4 bukan prima karena faktor pembaginya 1, 2, dan 4. Contoh dari bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, dan 37.

  • Bilangan pecahan

Dilansir dari Portal de Matematica, bilangan pecahan digambarkan oleh dua bilangan bulat yang dipisahkan oleh garis pecahan.

Angka di atas garis disebut dengan pembilang, sedangkan angka di bawah garis disebut sebagai penyebut.

Penyebut dalam pecahan biasanya bukan nol. Karena jika nol, maka hasilnya akan menjadi tak terdefinisi. Contoh dari bilangan pecahan adalah ½, 1/3, 1/5, ¾, 4/7, 4/9, dan sebagainya.

Baca juga: Menentukan Bilangan Kuantum

  • Bilangan rasional

Dilansir dari BBC, bilangan rasional adalah bilangan yang dapat ditulis sebagai pecahan (bilangan bulat dibagi bilangan bulat lainnya).

Bilangan rasional dapat dituliskan dalam pecahan sederhana, dengan penyebutnya bukan sama dengan nol.

Contoh bilangan rasional adalah angka 0,5 yang dituliskan sebagai ½, angka 0,6 yang dituliskan sebagai 2/3, dan angka 1,25 yang dituliskan sebagai 5/4.

  • Bilangan irasional

Bilangan rasional adalah kebalikan dari bilangan rasional, yaitu bilangan yang tidak bisa ditulis sebagai pecahan.

Hal tersebut karena jika dituliskan dalam pecahan, hasilnya tidak akan berhenti atau berubah dari bilangan aslinya.

Baca juga: Bilangan yang Terdiri atas Tiga Angka yang Jumlahnya 9

Misalkan bilangan “phi” memiliki nilai 3,1415926535897…. dan seterusnya sering dituliskan menjadi 22/7.

Padahal 22/7 memiliki nilai 3,142857142857… dan seterusnya yang mendekati nilai phi namun tidak akurat. Sehingga phi disebut dengan bilangan irrasional.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.