Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/07/2021, 15:28 WIB

KOMPAS.comDeklarasi Zopfan atau Deklarasi Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (Kawasan Damai, Bebas, dan Netral) ditandatangani pada 27 November 1971 di Kuala Lumpur, Malaysia. Deklarasi ini juga sering disebut Deklarasi Kuala Lumpur, yang diambil dari nama lokasinya.

Deklarasi Zopfan menjadi salah satu bentuk kerja sama negara ASEAN di bidang politik dan keamanan. Dilansir dari situs Kementerian Luar Negeri (kemlu.go.id), Deklarasi Zopfan tidak hanya terbatas di kawasan Asia Tenggara saja, melainkan juga mencakup wilayah Asia Pasifik.

Dalam penerapannya, Deklarasi Zopfan turut melibatkan peranan dari negara besar (major powers). Khususnya dalam hal penanganan permasalahan keamanan kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, peran negara besar juga dibutuhkan sebagai voluntary self-restraints atau tindakan menahan diri secara sukarela.

Baca juga: Tujuan dan Bentuk Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi

Dikutip dari Peranan ASEAN dalam Mengatasi Klaim Laut Cina Selatan oleh Republik Rakyat Cina (2016) karya Zeny Caturandany Wibowo Sakti, salah satu alasan penandatanganan Deklarasi Zopfan ialah karena pengaruh atau kekuatan dari luar yang jelas membawa pengaruh besar bagi negara di Asia Tenggara.

Selain itu, negara ASEAN juga menginginkan rasa aman, damai, sejahtera, dan stabilitas politik di kawasan ini.

Sehingga masing-masing negara lebih mudah dalam melanjutkan pembangunan. Pada intinya Deklarasi Zopfan ingin menciptakan zona kawasan yang bebas dan damai.

Dalam Analisa Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT): Peluang dan Tantangan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam Mewujudkan Integrasi Asia Tenggara (2017) karya Lilik Salamah, dijelaskan terbentuknya kerja sama Zopfan bertujuan untuk menangkal intervensi asing di kawasan ASEAN.

Selain itu, deklarasi ini juga bertujuan untuk menciptakan wilayah Asia Tenggara menjadi kawasan yang bebas, damai, serta netral. Tujuan lainnya ialah untuk meningkatkan kemakmuran serta kualitas negara ASEAN.

Baca juga: 6 Negara Penghasil Timah Terbesar di ASEAN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Kemlu
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com