Kompas.com - 12/07/2021, 14:45 WIB
Ilustrasi tingkat kesehatan bank freepik.com/pikisuperstarIlustrasi tingkat kesehatan bank

KOMPAS.com - Kesehatan bank mempengaruhi seluruh pihak yang berkaitan dengannya, seperti masyarakat pengguna jasa bank, pemilik dan manajemen bank, serta pemerintah.

Kesehatan bank digunakan untuk mencari tahu apakah selama ini aktivitas bank sudah sesuai dengan regulasi yang ada.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, kesehatan bank adalah sarana bagi pihak pengawas dalam penentuan atau penetapan strategi serta fokusnya untuk melakukan pengawasan terhadap bank.

Pengertian tingkat kesehatan bank

Menurut Iswi Hariyani dalam buku Restrukturisasi & Penghapusan Kredit Macet (2010), yang dimaksud dengan tingkat kesehatan suatu bank yaitu hasil penilaian secara kualitatif atas berbagai aspek yang mempengaruhi kondisi atau kinerja bank.

Penilaian tersebut dilakukan terhadap berbagai aspek, seperti faktor modal, kualitas aset, manajemen, rentabilitas (hasil perolehan investasi), likuiditas (posisi keuangan kas suatu perusahaan), dan sensitivitas terhadap risiko pasar.

Baca juga: Rekonsiliasi Bank: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prosedur dan Contohnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ikatan Bankir Indonesia (IBI) dalam bukunya yang berjudul Manajemen Kesehatan Bank Berbasis Risiko (2016), mendefinisikan tingkat kesehatan bank sebagai hasil penilaian secara kuantitatif dan atau kualitatif terhadap berbagai aspek yang berpengaruh pada kondisi suatu bank.

Faktor dan indikator penilaian tingkat kesehatan bank

Dalam buku Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (2021) karya Prima Andreas Siregar, disebutkan jika ada empat faktor penting dalam penilaian tingkat kesehatan bank. Empat faktor ini bersumber dari Surat Edaran Bank Indonesia tahun 2011:

  • Profil risiko (risk profile)

Adalah penilaian terhadap risiko inheren serta kualitas penerapan manajemen risiko dalam penjalanan operasional bank.

Penilaian risiko ini jika dilihat lebih detail mencakup risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko stratejik, risiko kepatuhan, serta risiko reputasi. Kedelapan penilaian risiko ini seluruhnya berkaitan dengan kegiatan operasional bank.

  • Good Corporate Governance (GCG)

Adalah penilaian terhadap manajemen bank atas pelaksanaan prinsip GCG dengan pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning and Capital), yang didasarkan pada tiga aspek utama, yakni governance structure, governance process, serta governance output. Berikut penjelasannya:

  1. Governance structure mencakup pelaksanaan tugas serta tanggung jawab Dewan Komisaris dan Dewan Direksi.
  2. Governance process mencakup fungsi kepatuhan bank, penanganan benturan kepentingan, penerapan fungsi audit intern serta ekstern, penerapan manajemen risiko, penyediaan dana, serta rencana strategis bank.
  3. Governance output mencakup transparansi kondisi keuangan serta non keuangan, dan penerapan GCG yang sesuai prinsip Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, serta Fairness (TARIF)

Baca juga: Sistem Operasi Bank Syariah

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.