Kompas.com - 10/07/2021, 15:30 WIB
Udang endemik Sulawesi (Caridina woltereckae) mengalami ancaman kepunahan akibat aktivitas di sekitar danau yang dapat merusak habitatnya, Jumat (20/09/2019) Dok. LIPIUdang endemik Sulawesi (Caridina woltereckae) mengalami ancaman kepunahan akibat aktivitas di sekitar danau yang dapat merusak habitatnya, Jumat (20/09/2019)

KOMPAS.com - Udang merupakan hewan invertebrata karena tidak bertulang belakang. Udang termasuk dalam kelompok hewan Crustacea (udang-udangan), yang mana salah satu cirinya bagian kepala dan dada menyatu. 

Dengan menyatunya kedua bagian tersebut, apakah memungkinkan udang memiliki otak?

Pada bagian tubuh udang, tidak ditemui sistem kerangka internal yang selalu ada dalam tubuh hewan mamalia.

Hal ini berarti, udang tidak memiliki tulang punggung atau tulang belakang. Namun, bukan berarti udang tidak mempunyai sistem saraf dan otak.

Udang punya otak

Dilansir dari situs University of Washington, udang memiliki otak, hanya saja ukurannya tidak terlalu besar.

Baca juga: Gigantopithecus, Kera Besar Serupa Bigfoot

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Otak udang terletak di bagian belakang kepala, yang posisinya berdekatan dengan punggung. Dalam tubuh hewan laut ini, otak berfungsi sebagai pengolah utama di sistem saraf pusat.

Dikutip dari situs Sciencing, otak udang sangat kecil, karena hanya terdiri atas beberapa kelompok sel saraf atau yang disebut ganglia. Kelompok sel saraf ini dapat ditemui di bagian belakang atau punggung, sisi kepala udang.

Sistem saraf pada udang

Udang memiliki kelompok sel saraf atau ganglia. Sama seperti manusia, udang juga mempunyai tali saraf.

Hanya saja pada hewan kelompok Artropoda seperti udang, tali saraf ini tidak tertutup dan terbelah menjadi dua. Tali saraf ini memanjang turun dari otak ke sepanjang perut hewan ini serta sisi ventral tubuh.

Saraf bercabang dari tali saraf udang membantu hewan ini mengumpulkan berbagai informasi dari organ sensorik.

Contohnya reseptor penciuman untuk mendeteksi feromon, serat pelapis kaki untuk mengenali lingkungan, serta organ sensorik punggung.

Ketika informasi datang dari organ sensorik, sistem saraf udang akan berkomunikasi dengan sel lainnya. Agar bisa berkomunikasi dan berkirim pesan, udang memanfaatkan hormon serta neurotransmitter (senyawa pengirim pesan).

Baca juga: Peran Paus untuk Melawan Dampak Perubahan Iklim

Dapat melihat warna khusus

Dalam situs Queensland Brain Institute, disebutkan jika otak udang dan beberapa krustasea kecil memiliki kemampuan luar biasa untuk mengenali dan memahami sejumlah visual yang belum tentu bisa dilihat makhluk hidup lain. Contohnya udang mantis yang memiliki sistem visual paling kompleks di dunia.

Peneliti menjelaskan jika kemampuan luar biasa ini bersumber dari tubuh reniform udang dan krustasea kecil. Wilayah otak krustasea bisa ditemui di tiap tangkai mata yang menopang kedua mata hewan ini.

Selain itu, udang memiliki retina paling kompleks di dunia. Hal ini memungkinkan udang memproses berbagai jenis informasi warna, dan kemudian mengaturnya dengan cara yang paling dianggap masuk akal oleh bagian otak lainnya. Hal ini yang membuat Udang dapat melihat warna yang tidak bisa dilihat manusia.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.