Kompas.com - 09/07/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi kriptogami KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi kriptogami

KOMPAS.com – Makhluk hidup diklasifikasikan ke dalam kelompok sesuai dengan ciri-ciri yang dimilikinya.

August Wilhem Eichler dalam buku Bluthendiagramme (1875) membagi tumbuhan dengan klasifikasi yang dinamakan sistem filogenetik.

Sistem filogenetik membagi tumbuhan menjadi dua subkingdom yaitu kriptogamae dan phanerogamae. Kerajaan tumbuhan dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, salah satunya adalah kriptogamae atau kriptogami.

Widjaja, E. A dalam buku Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia (2014) menyebutkan bahwa kriptogamae adalah kelompok tumbuhan rendah yang berasal dari bahasa Yunani “cryptos” yang berarti tersembunyi dan “gamein” yang berarti kawin. Hal ini merujuk pada kriptogame yang tidak menghasilkan biji.

Baca juga: Macam-macam Proses Penyerbukan Bunga

Ciri-ciri kriptogamae

Kripttogame atau kriptogami disebut sebagai tumbuhan tingkat rendah kaena tidak seperti tumbuhan pada umumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Study, mereka tidak memiliki struktur tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, biji sejati, bahkan alat reproduksinya tersembunyi.

Sebagai gantinya, kelompok tumbuhan kriptogamae memiliki bentuk tubuh berupa thallus. Kecuali tumbuhan paku yang memiliki akar, batang, dan daun.

Kelompok tumbuhan kriptogamae kebanyakan bereproduksi secara aseksual dengan cara membentuk spora. Namun beberapa spesiesnya bisa bereproduksi secara seksual dengan pelebura gamet maupun vegetatf dengan fragmentasi.

Dilansir dari Botany Today, beberapa kriptogamae mengalami pergentian generasi atau melewati dua fase untuk menyelesaikan siklus hidup mereka berupa fase sporofit dan fase gametofit.

Fase sprorofit ditandai dengan reproduksi aseksual yang bersifat diploid, sedangkan fase gametofit diandai dengan reproduksi seksual yang bersifat haploid.

Baca juga: Macam-Macam Penyerbukan Berdasarkan Perantaranya

Contoh tumbuhan kriptogamae

Eichler dan Engler mengelompokan tumbuhan kriptogamae menjadi tiga divisi yaitu thallophyta, bryophyta, dan pteridophyta.

Thallophyta adalah divisi tumbuhan yang tidak berbiji juga tidak berbunga. Yang termasuk thallophyta adalah alga, jamur, lumut, dan juga bakteri.

Bryophyta adalah divisi tumbuhan kecil yang tidak dapat dibedakan strukturnya. Yang termasuk bryophyta adalah lumut, lumut hati, dan juga lumut tanduk.

Pteridophyta adalah divisi tumbuhan tumbuhan tingkat rendah tanpa bunga yang bisa dibedakan struktur batang, akar, dan daunnya. Yang termasuk pteridophyta adalah tumbuhan paku-pakuan, lumut bulu, lumut gada, lumut paku, dan tumbuhan ekor kuda.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.