Kompas.com - 09/07/2021, 12:04 WIB
Dampak kekeringan panjang terhadap daur air. freepik.com/phanuwatnandeeDampak kekeringan panjang terhadap daur air.

KOMPAS.com - Sebenarnya jumlah air di permukaan bumi hampir selalu sama sepanjang waktu. Hal ini bisa terjadi karena adanya daur air atau siklus air. Daur air bisa diartikan sebagai perputaran air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.

Menurut Rina Marina Masri dan H. Iskandar Muda Purwaamijaya dalam buku Rekayasa Lingkungan (2021), daur air terjadi secara terus menerus melalui beberapa tahapan. Pada tiap tahapan tersebut, air akan mengalami perubahan wujud.

Daur air sangat penting untuk ketersediaan air di bumi. Daur air atau siklus air sangat penting untuk menjaga ketersediaan jumlah air di bumi, mengatur suhu lingkungan, menciptakan hujan, serta menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

Dampak kekeringan panjang 

Iklim dan keadaan musim di permukaan bumi sangat memengaruhi siklus air. Dilansir dari situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, perubahan iklim dapat mengubah daur air yang sudah terjadi selama ratusan atau ribuan tahun, sehingga hal ini berdampak pada jumlah ketersediaan air.

Baca juga: Kegiatan Manusia yang Mempengaruhi Daur Air

Tidak hanya perubahan iklim, keadaan musim, khususnya saat musim kemarau, juga berpengaruh pada daur air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampak musim kemarau yang panjang akibat pemanasan global terhadap daur air adalah air dipermukaan bumi menjadi berkurang. Mulai dari air sungai, air waduk, hingga air tanah, semuanya akan berkurang.

Selain itu, jumlah pasokan air semakin berkurang karena curah hujan di musim kemarau sangatlah minim. Sehingga akan terjadi kekeringan di beberapa daerah. Kekeringan dan kurangnya pasokan air menjadi dampak utama kemarau panjang terhadap daur air.

Apabila kekeringan dan kurangnya pasokan air terus terjadi, hal ini dapat menimbulkan efek buruk bagi makhluk hidup.

Salah satu contohnya tanaman akan mati karena tidak mendapat sumber air untuk hidup. Begitu pula dengan manusia yang kesulitan mendapat air bersih untuk mandi, minum, dan masak.

Baca juga: Proses Mitigasi Bencana Kekeringan

Untuk menangani dampak kemarau panjang terhadap siklus air, diperlukan tata ruang yang telah diperhitungkan dan direncanakan dengan matang.

Tata ruang ini digunakan untuk menyeimbangkan siklus atau daur air agar tetap terjadi sebagaimana mestinya. Misalnya dengan membangun waduk serta bendungan untuk menampung air ketika hujan.

Upaya lain yang dapat dilakukan ialah dengan menampung air ketika musim hujan dan melakukan pengelolaan air sebaik mungkin. Contohnya berhemat dan membuat tampungan air hujan, supaya ketika kemarau datang, kita tidak perlu mengeksploitasi sumber air tanah.


Sumber LIPI
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.