Kompas.com - 09/07/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi parameter kualitas udara freepik.com/brgfxIlustrasi parameter kualitas udara

KOMPAS.com - Udara yang kita hirup belum tentu sepenuhnya bersih. Terkadang tanpa disadari, kita lebih sering menghirup udara yang sudah tercemar atau terkena polusi, sehingga dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Tentunya udara yang baik ialah yang memiliki kualitas baik dan tidak mengandung unsur berbahaya.

Semakin baik kualitasnya, udara yang dihirup tidak akan membahayakan kesehatan tubuh. Sebaliknya, jika kualitasnya buruk, udara tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup.

Pengertian kualitas udara

Definisi kualitas udara bisa dipahami dari pengertian kata ‘kualitas’ dan ‘udara’. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kualitas merupakan tingkat baik atau buruk dari suatu hal.

Sedangkan udara diartikan sebagai campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, memenuhi seluruh ruang di atas bumi.

Baca juga: Penyebab Polusi Udara di Kota Besar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dapat diartikan jika kualitas udara merupakan tingkat baik atau buruknya campuran berbagai gas yang tidak berwarna serta tidak berbau, yang mana memenuhi seluruh ruang di atas bumi, dan digunakan untuk makhluk hidup bernapas. Kata lainnya, kualitas udara adalah tingkatan baik atau buruknya udara.

Dilansir dari situs UCAR Center for Science Education, kualitas udara atau air quality merupakan kadar kandungan udara, yang didasarkan pada konsentrasi polutan di lokasi tertentu. Kualitas udara ini disesuaikan dengan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI).

Parameter kualitas udara

Dilansir dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (iku.menlhk.go.id), untuk mengukur kualitas udara di berbagai daerah di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: KEP 45/MENLH/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.

Parameter baik buruknya kualitas udara dibagi menjadi lima kategori. Berikut penjelasannya:

Kategori   Rentang   Penjelasan
Baik 0-50 Tingkat kualitas udara tidak memberi efek buruk bagi kesehatan manusia atau hewan, serta tidak mempengaruhi tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.
Sedang 51-100 Tingkat kualitas udara tidak memberi efek buruk bagi kesehatan manusia dan hewan, namun mempengaruhi tumbuhan yang sensitif, serta nilai estetika.
Tidak sehat 101-199 Tingkat kualitas udara merugikan manusia dan kelompok hewan yang sensitif, serta menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Sangat tidak sehat 200-299 Tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada beberapa segmen populasi yang terpapar.
Berbahaya 300-lebih Tingkat kualitas udara berbahaya secara umum dan menimbulkan kerugian kesehatan yang serius.

Bisa diartikan jika tingkat rentangnya lebih dari 50, sudah menimbulkan beberapa dampak bagi tumbuhan, manusia serta hewan. Makin tinggi rentangnya, dampak buruk yang dihasilkan semakin banyak dan berbahaya.

Baca juga: Kelembaban Udara: Definisi dan Jenisnya

Cara menjaga kualitas udara

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kualitas udara tetap baik. Cara tersebut diantaranya:

  • Gunakan transportasi ramah lingkungan

Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran udara. Maka sangat penting untuk mulai beralih menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, misalnya sepeda ataupun berjalan kaki. Bila bepergian jauh, bisa menggunakan transportasi umum.

  • Penanaman pohon

Wilayah yang hanya memiliki sedikit pohon akan lebih mudah tercemar. Peran pohon sangatlah penting untuk menetralkan atau membersihkan udara dari polusi. Usahakan untuk menanam pohon di beberapa tempat di sekitar rumah, supaya kualitas udara tetap terjaga.

  • Menyaring udara

Pabrik seharusnya membangun cerobong udara sebaik mungkin. Agar udara yang keluar ke permukaan jauh lebih bersih dan tidak menyebabkan polusi. Selain lebih bersih, udara yang keluar juga jauh lebih sedikit karena sudah disaring terlebih dahulu.

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar berbahan fosil

Gunakanlah bahan bakar yang jauh lebih ramah lingkungan. Karena dengan menggunakan bahan bakar yang terbuat dari fosil akan menghasilkan polutan, dan akhirnya menimbulkan polusi serta menurunkan kualitas udara.

Baca juga: Menghitung Panjang Kolom Udara Resonansi Kedua


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.