Kompas.com - 29/06/2021, 13:47 WIB
Ilustrasi patofisiologi vertigo KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi patofisiologi vertigo

KOMPAS.com – Pernahkah anda mendengar tentang patofisiologi vertigo? Kebanyakan orang mengenal vertigo sebagai sakit kepala tak tertahankan yang membuat penderitanya kehilangan keseimbangan karena merasa pusing yang berputar.

Namun apakah yang dimaksud dengan patosiologi?

Dilansir dari Walden University, patofisiologi adalah gabungan patologi (studi tentang sebab dan akibat penyakit) dengan fisiologi (studi tentang bagaimana sistem fungsi tubuh).

Patofisiologi dapat diartikan sebagai studi yang mempelajari bagaimana suatu penyakit mempengauhu sistem tubuh. Sehingga patofisiologi vertigo adalah penjelasan bagaimana penyakit vertigo berawal dan memengaruhi tubuh.

Baca juga: Riley-Day Syndrome, Penyebab Orang Jadi Kebal Rasa Sakit

Istilah vertigo berasal dari bahasa Latin “vertere” yang berarti memutar. Hal tersebut mengacu pada rasa berputar, rasa bergerak dari lingkungan sekitar, rasa ditarik, maupun rasa didorong yang dirasakan oleh penderita vertigo.

Patofisiologi vertigo

Mieke A. H. N. Kembuan dalam jurnal berjudul Patofisiologi Vertigo (2009) menyebutkan bahwa vertigo disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat.

Vertigo disebabkan oleh asimetri pada sistem vestibular, yaitu sistem tubuh yang berperan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi tubuh, postur tubuh, dan juga pergerakan mata. Asimetri tersebut dapat dipicu oleh berbagai kondisi.

Tubuh mengalami proses kompleks kerja sama antara organ tubuh, alat vestibular, proprioseptor (reseptor sensoris), pengelihatan, juga sistem saraf pusat. Ketidakseimbangan dalam kerja sama tersebut dapat mengakibatkan persepsi vertigo pada seseorang.

Labuguen RH dalam buku berjudul Initial Evaluation of Vertigo (2006) menjelakan bahwa asimetri dapat terjadi akibat kerusakan atau disfungsi pada sistem perifer, seperti labirin vestibular dan saraf vestibular, atau gangguan vestibular sentral pada batang otak.

Baca juga: Konsep Sakit: Timbulnya Penyakit dan Kejadian Luar Biasa

Ketidakseimbangan antara labirin vestibular kanan dan labirin vestibular kiri pada tubuh menyebabkan menghasilkan gerakan tidak seimbang yang palsu pada otak, membuat penderitanya merasa tidak seimbang dan tidak dapat mempertahankan postur tegak.

Vertigo juga dapat muncul akibat rangsangan yang berlebihan. Dilansir dari Sociedad Mexicana de Podologia Medica Ca, kelainan organ akhir sistem vestibular yaitu kanalis semisirkularis akan memberikan sinyal pada otak dan membuat penderitanya merasakan sensasi berputar.

Inilah mengapa manusia mengalami pusing berputar setelah memutar tubuhnya dengan cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.