Kompas.com - 28/06/2021, 13:46 WIB

KOMPAS.comEtika bisnis sangat penting dalam menjalin kegiatan bisnis. Etika ini mencakup seluruh aspek yang ada di dalamnya, yakni individu, perusahaan, masyarakat atau publik, dan hubungan antar individu dengan pelanggan atau mitra kerja.

Etika bisnis diperlukan supaya perusahaan memiliki kinerja baik. Dalam menjalankannya, etika bisnis menjadi standar atau pedoman, tidak hanya bagi karyawan, namun untuk semua pihak yang ada di dalamnya.

Pengertian etika bisnis

Menurut Saban Echdar dan Maryadi dalam buku Business Ethics and Entrepreneurship: Etika Bisnis dan Kewirausahaan (2019), etika bisnis adalah cara yang digunakan dan diterapkan dalam kegiatan bisnis, mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan perusahaan, individu, serta masyarakat.

Dalam perusahaan, etika bisnis dapat membentuk nilai, norma serta perilaku karyawan atau pimpinan. Etika bisnis diperlukan untuk menjalin hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, masyarakat serta pemegang saham.

Baca juga: Strategi Merek dalam Bisnis

Teori etika bisnis

Dikutip dari buku Etika Bisnis (2020) karya Eko Sudarmanto dan kawan-kawan, teori etika membantu orang menilai keputusan etis. Teori ini digunakan untuk menilai benar atau tidaknya sebuah keputusan moral.

Secara garis besar, teori etika bisnis dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Utilitarianisme

Berasal dari Bahasa Latin, yakni ‘utilis’, artinya bermanfaat. Teori ini menjelaskan jika sebuah perbuatan bisa dikatakan baik jika membawa manfaat untuk seluruh masyarakat.

Utilitarianisme juga sering disebut teori teleologis. Teori ini mengatakan jika kualitas etis bisa didapatkan dari tercapainya tujuan.

  • Deontologi

Berasal dari Bahasa Yunani, yakni ‘deon’, berarti kewajiban. Hal ini berarti jika baik buruknya suatu perbuatan didasarkan pada kewajiban.

Perbuatan tidak selalu menjadi baik hanya karena hasilnya baik, melainkan karena sebuah kewajiban yang harus dilakukan.

Baca juga: Peluang Bisnis Makanan Khas Daerah yang Menarik untuk Dikembangkan

  • Teori hak

Jenis teori ini mengakar pada deontologi. Hak menyangkut martabat manusia, sehingga manusia manapun tidak boleh dikorbankan untuk mencapai tujuan. Dalam etika bisnis, teori hak menjadi salah satu teori yang sangat penting untuk dijalankan.

  • Teori keutamaan

Teori ini lebih berfokus pada manusia sebagai pelaku moral. Teori keutamaan memandang cara orang bersikap, seperti baik atau tidak, ramah atau tidak, jujur atau tidak, dan lain sebagainya.

Keutamaan dalam teori ini diartikan sebagai watak yang diperoleh seseorang yang memungkinkannya bersikap baik secara moral.

Prinsip etika bisnis

Etika bisnis memiliki empat prinsip utama yang hendaknya selalu dijalankan oleh perusahaan. Berikut penjelasannya:

  1. Prinsip saling menguntungkan
    Artinya setiap kegiatan bisnis yang dilakukan, harus menguntungkan atau memberi manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan prinsip ini ialah dengan menetapkan tujuan bisnis seadil dan sebaik mungkin.
  2. Prinsip kejujuran
    Kejujuran sangat penting dalam berbagai aspek, termasuk bisnis. Prinsip kejujuran menjadi etika utama yang harus selalu diterapkan, tidak hanya ke mitra bisnis saja, namun juga ke pelanggan dan di internal perusahaan.
  3. Prinsip otonomi
    Pelaku bisnis harus bisa dan mampu mengambil keputusan yang tepat. Keputusan ini tidak boleh bertentangan dengan etika bisnis atau peraturan yang berlaku. Kata lainnya pebisnis harus mengambil keputusan sesuai dengan etika bisnis dan peraturan hukumnya.
  4. Prinsip keadilan
    Artinya seluruh pihak yang terlibat dalam bisnis, harus mendapat hak dan perlakukan yang sama. Keadilan juga dilakukan dengan menjunjung tinggi martabat manusia. Tidak hanya mendapat hak yang sama, seluruh pihak tersebut juga melakukan kewajibannya sesuai dengan yang telap ditetapkan.

Baca juga: Tips dan Trik yang Perlu Diperhatikan dalam Bisnis Online

Contoh etika bisnis

Etika bisnis digunakan dan diterapkan dalam setiap kegiatan bisnis. Bagaimana contoh penerapannya?

  1. Menyebut nama mitra dengan sopan dan baik
    Saat bertemu dengan mitra kerja, sebutlah namanya dengan sopan dan baik. Selain itu, berperilakulah dengan baik dan bersikap sopanlah. Misalnya berjabat tangan sambil menyebut nama mitra kerja.
  2. Hadir tepat waktu
    Saat ada janji temu dengan mitra kerja, datanglah tepat waktu. Jangan sampai membuat mitra kerja menunggu, karena bisa membuat citra diri atau perusahaan menjadi buruk. Apabila terlambat, jangan lupa minta maaf dan sebutkan alasannya. Namun, tetap usahakan datang tepat waktu atau lebih awal dibanding janji temunya.
  3. Mengucapkan terima kasih
    Agar bisa membangun citra diri dan perusahaan yang baik, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada mitra kerja saat pertemuan. Misalnya ucapan terima kasih karena sudah menerima undangan dan sanggup menghadiri pertemuan.
  4. Selalu bersikap sopan
    Perilaku sopan juga menjadi salah satu etika bisnis yang wajib dilakukan, khususnya ketika bertemu mitra kerja. Misalnya berdiri saat berkenalan atau menyambut tamu mitra kerja. Berperilaku sopan juga termasuk pemilihan kata dan gerak gerik tubuh.

Baca juga: Mengapa Bisnis Perlu Belajar, Disiplin, dan Perbanyak Teman?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.