Kompas.com - 24/06/2021, 14:15 WIB
Ilustrasi definisi dari biopori KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi definisi dari biopori

KOMPAS.comBiopori termasuk salah satu teknologi penyerapan air. Biasanya biopori dibuat di kawasan rawan banjir atau tanah yang daya serapnya kurang maksimal, khususnya saat hujan. Biopori bisa dikatakan sebagai cara pencegahan banjir.

Adanya biopori tidak hanya mencegah banjir, tetapi akan meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

Bentuk biopori mirip seperti liang kecil yang bercabang. Berbagai jenis organisme tanah hidup di pori-pori tersebut dan mereka banyak mendapat pasokan air dan oksigen.

Definisi biopori

Menurut Hakim Duppa dalam buku Reduksi Banjir dengan Resapan Berpori (2020) biopori berasal dari kata ‘bio’ yang berarti hidup, dan kata ‘pori’ yang artinya pori-pori bermanfaat.

Dimaksud dengan biopori adalah pori-pori yang ada di dalam tanah dan dibentuk secara alami, dengan aktivitas makhluk hidup di dalamnya. Makhluk hidup tersebut di antaranya cacing, rayap, akar tanaman serta mikroorganisme lainnya.

Baca juga: Peran Mikroorganisme Tanah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kamir R. Brata dan Anne Nelistya dalam buku Lubang Resapan Biopori (2008), mendefinisikan biopori sebagai pori-pori yang berukuran makro, bentuknya liang sinambung, digunakan untuk mempercepatan peresapan air dalam tanah.

Manfaat biopori

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, pembuatan biopori menghasilkan banyak manfaat untuk lingkungan. Berikut manfaatnya:

  • Bisa mengurangi jumlah sampah organik

Biopori bisa mengurangi jumlah sampah organik di rumah kita. Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai di alam.

Saat pembuatan biopori, sampah organik akan dimasukkan ke dalamnya. Selain mengurangi jumlah sampah organik, hal ini bisa membuat kita jauh lebih mengerti cara memilah sampah organik dan anorganik.

  • Bisa menyuburkan tanah

Pembuatan biopori dapat meningkatkan kesuburan tanah. Karena sampah organik yang dimasukkan ke dalamnya, akan terurai secara otomatis. Kumpulan sampah organik tersebut diolah lewat proses biologis menjadi pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanah.

  • Bisa mencegah terjadinya banjir

Adanya lubang biopori akan mempercepat proses penyerapan air tanah. Sehingga air akan segera masuk ke dalam tanah dan tidak menggenang di jalan atau tanah.

Proses penyerapan ini juga dibantu organisme tanah, contohnya cacing membuat terowongan kecil di dalam tanah yang bermanfaat untuk membantu proses penyerapan air.

Baca juga: Mengapa Polutan Tanah Berupa Zat Organik Mudah Menyatu dengan Tanah?

  • Bisa meningkatkan jumlah air tanah

Terowongan kecil yang dibuat cacing tanah, ternyata dapat meningkatkan area permukaan tanah. Hal ini berarti kapasitas tanah untuk menampung air juga semakin meningkat. Bahkan bisa ditingkatkan hingga 40 kali lipat dengan pembuatan biopori.

Cara pembuatan biopori

Pembuatan biopori ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut cara pembuatannya:

  1. Siapkan beberapa perlengkapan, seperti bor tanah, pipa PVC dengan bagian tutup yang sudah dilubangi bagian sisinya, air dan sampah organik. Untuk peralatan lainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Setelah menyiapkan peralatan, jangan lupa tentukan lokasi tanah yang akan menjadi area pembuatan biopori.
  3. Sesudah menentukan lokasi, siram tanah dengan air. Tujuannya supaya tanah menjadi lebih lunak dan mudah dilubangi.
  4. Lubangi tanah tersebut memakai bor tanah, upayakan posisinya tegak lurus. Kira-kira kedalaman tanahnya kurang lebih 1 meter dengan diameter 10 hingga 30 sentimeter.
  5. Lapisi tanah dengan pipa PVC.
  6. Setelah itu lubang diisi dengan sampah organik, seperti daun, rumput, kulit buah atau jenis sampah lainnya. Kemudian tutup lubang dengan kawat besi atau tutup pipa PVC yang telah dilubangi sebelumnya.

Baca juga: Menentukan Energi Kinetik saat Menyentuh Tanah


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X