Kompas.com - 14/06/2021, 14:57 WIB
Ilustrasi contoh penerapan sikap pluralisme KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi contoh penerapan sikap pluralisme

KOMPAS.com - Masyarakat terdiri atas berbagai latar belakang yang berbeda. Hal ini menjadikan masyarakat majemuk yang seharusnya disikapi dengan perilaku positif. Keadaan masyarakat yang majemuk ini bisa disebut pluralisme.

Dalam jurnal Meluruskan Pemahaman Pluralisme dan Pluralisme Agama di Indonesia (2014) karya Fatonah Dzakie, pluralisme berasal dari Bahasa Inggris yakni pluralism. Kata pluralisme terdiri atas dua kata, yakni 'plural' dan 'isme'.

Menurut A.A. Ngr Anom Kumbara dalam jurnal Pluralisme dan Pendidikan Multikutural di Indonesia (2009), pluralisme adalah keberagaman budaya ataupun agama yang ada di masyarakat. Pluralisme juga bisa diartikan sebagai sikap toleransi terhadap keragaman di lingkungan masyarakat.

Pluralisme mengakui jika setiap kelompok masyarakat memiliki kedudukan sama dan tidak ada bentuk dominasi terhadap kelompok minoritas. Hendaknya setiap masyarakat dapat menerapkan sikap pluralisme.

Baca juga: Pluralisme: Definisi dan Dampaknya

Ada banyak contoh sikap positif yang bisa diterapkan untuk menjaga pluralisme di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah toleransi. Adanya sikap toleransi akan membuat kehidupan sosial semakin nyaman, tentram dan aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain toleransi, masih ada beberapa contoh dari penerapan sikap pluralisme lainnya, yaitu:

  1. Menghormati setiap individu tanpa melihat latar belakangnya
    Sikap saling menghormati sangat penting diterapkan. Jika menumbuhkan dan membiasakan diri untuk bersikap hormat kepada orang lain tanpa melihat agama, budaya ataupun rasnya, kondisi masyarakat akan tetap tentram dan hidup rukun.
  2. Bersikap terbuka terhadap perbedaan yang ada
    Hal ini bisa diartikan jika tiap individu hendaknya bersikap terbuka atau menerima perbedaan yang ada dan tidak menutup diri. Dengan memiliki sikap terbuka, individu atau masyarakat akan lebih mudah bertoleransi dan menghormati orang lain.
  3. Tidak memaksakan kehendak
    Artinya individu tidak memaksa orang lain untuk menekuni atau melakukan suatu hal yang mungkin bertentangan dengan orang tersebut. Contohnya memaksa orang lain untuk memeluk agama yang kita peluk atau memaksa orang untuk menerima pendapat kita.
  4. Saling membantu
    Sikap saling membantu tanpa memperhatikan perbedaan yang ada, juga hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya membantu orang lain yang merasa kesulitan membawa barang atau membantu orang lain yang tertimpa bencana alam.
  5. Tidak mengejek keyakinan, agama, ras ataupun budaya lain
    Sebagai masyarakat yang hidup di tengah kemajemukan, sudah seharusnya kita tidak mengejek orang lain yang memiliki perbedaan keyakinan, agama, ras dan budaya. Sebaliknya, kita harus bertoleransi dan saling menghormati.

Baca juga: Perbedaan Toleransi dan Simpati


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X