Kompas.com - 05/06/2021, 15:51 WIB
Permandangan glester di laut Antartika pada musim dingin Dok. www.traveller.com.auPermandangan glester di laut Antartika pada musim dingin

KOMPAS.com - Antara Kutub Utara dan Kutub Selatan, keduanya sama-sama tertutupi salju. Suhu dingin sepanjang tahun, bahkan bisa mencapai puluhan minus derajat, sudah menjadi hal lumrah di kedua kawasan ini.

Meskipun selalu dingin, ternyata ada perbedaan suhu yang cukup signifikan. Kutub Selatan memiliki temperatur suhu puluhan derajat lebih dingin dibanding Kutub Utara.

Mengutip dari laman NASA Climate Kids, saat musim panas, suhu di Kutub Utara sekitar 0º Celcius. Sewaktu musim dingin, suhunya turun drastis hingga -40º Celcius.

Sangat jauh berbeda dengan Kutub Utara, musim panas di Kutub Selatan, temperatur suhunya bisa mencapai -28,2º Celcius. Temperatur suhunya semakin rendah di musim dingin, yakni berkisar -60º Celcius.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Kutub Bumi Mencair?

Kedua kawasan Kutub ini tidak menerima jumlah sinar matahari yang cukup setiap tahunnya. Matahari hampir tidak pernah terbit di posisi 23,5º di atas cakrawala, sehingga Kutub Utara dan Selatan dapat mengalami kegelapan selama enam bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minimnya sinar matahari juga membuat kedua kawasan tersebut selalu diselimuti salju, es dan suhu dingin sepanjang tahun. Apabila matahari menyinari Kutub Utara dan Selatan, sinarnya hampir selalu kembali dipantulkan ke atas.

Permukaan es yang tebal 

Melansir dari situs Scientific American, alasan utama mengapa Kutub Selatan jauh lebih dingin dibanding Kutub Utara ialah karena permukaan esnya yang sangat tebal. Diperkirakan permukaan es di Kutub Selatan bisa memiliki ketinggian lebih dari 9 ribu kaki (2.743 meter).

Suhu di Kutub akan turun bersamaan dengan meningkatnya ketinggian permukaan es. Tiap naik 1 kilometer, suhunya akan turun sekitar 6,5º Celcius.

Antartika atau Kutub Selatan memiliki lapisan es tebal di sebuah benua. Berbeda halnya dengan Kutub Utara yang juga memiliki lapisan es tebal, tetapi posisinya berada di tengah Samudra Arktik. Aliran air di samudra tersebut akan membuat Kutub Utara setidaknya menjadi lebih hangat.

Baca juga: Ternyata Warna Asli Beruang Kutub Bukan Putih

Dalam situs Forbes, dijelaskan jika Kutub Selatan (Antartika) terdiri atas daratan yang dikelilingi lautan. Sedangkan Kutub Utara (Arktik), sebagai besar wilayahnya berupa lautan yang dikelilingi daratan.

Permukaan daratan Antartika akan selalu memantulkan kembali sinar matahari ke atas dan tidak bisa menyerap atau menyimpan panas. Berbeda dengan perairan di Arktik yang airnya juga dingin, namun tidak sedingin permukaan es.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X