Kompas.com - 29/05/2021, 12:41 WIB
Ilustrasi bendera China. SHUTTERSTOCKIlustrasi bendera China.

KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia sering dibuat bingung dengan penggunaan nama China dan Tiongkok. Ada yang menyebut China, namun ada pula yang menyebut Tiongkok.

Sebenarnya antara China dan Tiongkok ada perbedaannya atau tidak?

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/PRES.KAB/6/1967, sebutan negara Republik Rakyat China telah diubah menjadi Republik Rakyat Tiongkok.

Pengubahan nama ini bertujuan untuk menghilangkan perilaku diskriminatif serta dampak psikososial yang dialami masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa (sebutan untuk warga Indonesia keturunan Tiongkok). Keputusan presiden ini dibuat dan mulai berlaku sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada September 1996, warga keturunan Tionghoa di Indonesia sempat dicurigai membawa paham komunisme dan diduga turut terlibat dalam gerakan G30S/PKI.

Baca juga: Revolusi China 1911-1912

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dikeluarkanlah Instruksi Presiden No.14/1967, yang berisi larangan warga Tionghoa untuk melakukan tradisi, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Instruksi ini kemudian dicabut oleh Presiden Abdurrahman Wahid dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat China.

Pencabutan instruksi ini membuka jalan lebar bagi warga Tionghoa untuk bebas bereskpresi, menjalankan kepercayaan, agama, serta menyelenggarakan acara atau adat istiadat atau tradisi, tanpa memerlukan izin khusus.

Maka bisa dikatakan jika sebenarnya antara China dan Tiongkok tidak memiliki perbedaan. Hanya saja penyebutan negara ini telah diganti untuk menghilangkan kesan diskriminatif, khususnya bagi warga Tionghoa.

Dari mana istilah Tiongkok?

Menurut Elizabeth Zoraya Paskarini dalam Penggunaan Istilah Penamaan Etnik China di Indonesia: Tinjauan Sosiolinguitis terhadap Kaum Muda Jakarta (2008), istilah Tiongkok berasal dari kata serapan bentuk dialek bahasa daerah di China.

Baca juga: Rekam Jejak Pelayar China di Natuna

Istilah Tiongkok diambil dari kata Zh?ngguó, berarti kerajaan tengah atau negeri tengah. Dulunya warga China meyakini jika daerah Zh?ngguó merupakan pusat dunia, sehingga jika diterjemahkan secara harfiah, artinya negeri tengah.

Penggunaan kata Tiongkok mulai populer di Indonesia sejak Organisasi Tionghoa Hweekoan (THHK) didirikan.

Seiring berjalannya waktu, istilah ini kian populer di awal abad ke-20, berkembang bersamaan dengan meningkatnya nasionalisme di China.

Hingga saat ini, kata Tiongkok dan Tionghoa masih terus digunakan. Banyak masyarakat menganggap jika istilah ini jauh lebih sesuai dan nyaman untuk digunakan dibanding istilah China.


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X