Kompas.com - 21/05/2021, 14:00 WIB
Jembatan Barelang merupakan salah satu ikon Kota Batam, Kepulauan Riau. Tidak sedikit wisman yang berkunjung ke Batam, pasti selalu menyempatkan diri ke jembatan tersebut. KOMPAS.com/HADI MAULANAJembatan Barelang merupakan salah satu ikon Kota Batam, Kepulauan Riau. Tidak sedikit wisman yang berkunjung ke Batam, pasti selalu menyempatkan diri ke jembatan tersebut.

KOMPAS.com - Lagu daerah berakar dari nilai kebudayaan di wilayah tersebut. Ciri utamanya menggunakan bahasa daerah dan alat musik tradisional yang menjadikannya semakin khas dan unik.

Salah satu contoh lagu daerah di Indonesia ialah Dendang Nelayan yang berasal dari Kepulauan Riau.

Lagu Dendang Nelayan dinyanyikan dengan tempo lambat dan syahdu. Bahasa yang digunakan ialah Bahasa Melayu, yang menjadi salah satu bahasa daerah di provinsi Kepulauan Riau.

Sesuai dengan judulnya, lagu daerah ini mengisahkan kehidupan nelayan yang berlayar di samudra.

Baca juga: Badik Tumbuk Lado, Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Agar lebih mudah memahaminya, mari kita simak lirik lagu Dendang Nelayan di bawah ini yang dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bertolak biduk bertolak biduk ke Indrapura
Nahkoda teruna nan perkasa
Berkainlah putih dan bersutra biru ala sayang
Pandangnya jauh hai jauh sebrang lautan
Wahai dendang nelayan
Madahpun tercipta di tengah samudra
Rentakpun ditingkah alunan gelombang
Pahitnya hidup pahitnya hidup tiada terkira
Duka dan nestapa nan menimpa terasalah
Perih disayat sembilu ala sayang
Makinlah jauh hai jauh terbuang badan
Wahai dendang nelayan
Madahpun tercipta di tengah samudra
Rentakpun ditingkah alunan gelombang

Menurut Sarah Ismullah dan Ibrahim Ismullah dalam buku Kumpulan Lagu Daerah Nusantara Terpopuler (2012), makna utama dari lagu Dendang Nelayan ialah kisah pahit getirnya seorang nelayan yang berlayar di samudra. Hal ini terlihat pada lirik:

Rentakpun ditingkah alunan gelombang
Pahitnya hidup pahitnya hidup tiada terkira
Duka dan nestapa nan menimpa tersalah
Perih disayat sembilu ala sayang

Dalam lirik lagu daerah tersebut juga disebutkan nama ‘Indrapura’ yang dapat dilihat dari baris pertamanya. Nama Indrapura ini merujuk pada sebuah kerajaan yang terletak di pantai Barat Sumatera.

Baca juga: Rumah Adat Melayu Atap Limas Potong di Kepulauan Riau


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X