Kompas.com - 20/05/2021, 18:01 WIB
[Tangkapan Layar] ilustrasi Klewang, senjata tradisional NTT Youtube/Ethnic Indonesia Channel[Tangkapan Layar] ilustrasi Klewang, senjata tradisional NTT

 

KOMPAS.com - Nusa Tenggara Timur atau NTT adalah salah satu provinsi kepulauan Indonesia yang beribukota di Kupang. Bentuk geografis yang merupakan kepulauan, membuat NTT dihuni oleh 16 suku asli yang tersebar di berbagai penjurunya.

Sri Yuliawati dalam jurnal berjudul Pengukuran Gatra Sosial Budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (2011) menyebutkan bahwa Suku asli tersebut adalah Suku Helong, Dawan, Tetun, Kemak, Marae, Rote, Sabu, Sumba, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka-Krowe Muhang, Lamaholor, Kedang, Lalaba, dan Alor.

Suku-suku tersebut membangun kebudayaan NTT salah satunya adalah senjata tradisional, dua diantaranya adalah kelewang dan sundu.

  • Klewang

Klewang adalah senjata tradisional Nusa Tenggara Timur yang berbentuk seperti pedang. Klewang merupakan pedang dengan bilah bermata satu yang panjang dan ramping dengan ujung yang runcing. Klewang dilengkapi dengan sarung yang terbuat dari kayu.

Klewang diyakini berasal dari daerah Kerajaan Wehali yang terletak di bagian selatan Belu, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Parang Salawaku dan Tombak, Senjata Tradisional Maluku

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

B.K. Kotten dalam buku Senjata Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur (1993) menyebutkan bahwa seorang bernama Lesu Berak datang ke Wehali membawa Kroat no Kmeik dan mengawini seorang anggota kerajaan bernama Hoar Diah Melaka.

Kroat no Kmeik dalam bahasa tetun (bahasa asli masyarakat Belu) berarti tajam dan runcing. Hal tersebut merajuk pada dua senjata yang dibawa Lesu Berak, yaitu kelewang Surik Samara dan tombak Diman Lakulo. Dari cerita itulah kelewang menjadi salah satu senjata khas masyarakat NTT.

Kelewang memiliki dua jenis yaitu kelewang surik samara dan kelewang surik dan kelewang surik naruk. Kelewang surik naruk merupakan kelewang yang sering digunakan masyarakat NTT dalam kegiatan sehari-hari seperti berkebun dan berburu.

Surik naruk gagang dan sarungnya terbuat dari kayu yang tidak berukir. Adapun kelewang surik samara adalah kelewang istimewa yang dianggap sebagai pusaka oleh masyarakat Belu.

Kelewang surik samara gagang dan sarungnya terbuat dari kayu yang diukir dengan motif khas masyarakat Belu. Kelewang surik samara tidak bisa digunakan oleh sembarang orang, hanya para ketua adat yang diperbolehkan memilikinya.

Baca juga: Senjata Tradisional NTB

  • Sundu

Sundu atau surik adalah senjata tradisional Nusa Tenggara Timur yang berjenis keris. Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sundu memiliki bilah yang melengkung pada bagian perutnya dan tidak berkelok-kelok seperti keris pada umumnya. Sundu terbuat dari logam yang dibubuhi ukiran dengan motif khas Nusa Tenggara Timur.

Sundu merupakan senjata yang dianggap keramat oleh masyarakat NTT kaena dinilai merupakan senjata yang bertuah (ditinggali oleh roh leluhur). Sehingga sundu tidak bisa digunakan oleh sembarang orang, karena dapat menyebabkan celaka.

Sebelum sundu digunakan dalam peperangan, penggunanya harus melakukan upacara adat terlebih dahulu. Pengguna sundu akan merapal mantra tentang ajimat dan memberi sesajen pada roh leluhur yang menitis di dalam surik tersebut.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.