Kompas.com - 17/05/2021, 12:30 WIB
[Tangkapan Layar] alat musik Guoto, Papua Barat Youtube/ Utak Atik Otak[Tangkapan Layar] alat musik Guoto, Papua Barat

KOMPAS.com - Papua Barat merupakan salah satu wilayah Indonesia yang masih kental akan adat-istiadat serta budaya penduduk aslinya karena sulit terjamah oleh orang luar.

Andreas Jefri Deda dan Suriel Semuel Mofu dalam jurnal berjudul Masyarakat Hukum Adat dan Hak Ulayat di Provinsi Papua Barat Sebagai Orang Asli Papua Ditinjau dari Sisi Adat dan Budaya; Sebuah Kajuan Etnografi Kekinian (2014), menyebutkan bahwa orang asli Papua yang diakui masyarakat hukum adat papua menurut UU Otsus Papua (UU Republik Indonesia no. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua) adalah orang rumpun ras Melanesia.

Papua Barat dahulunya sempat didatangi para pendatang seperti Suku Jawa, Gufis, Madura, pedagang Persia, India, China, serta Arab.

Namun akulturasi budaya biasanya hanya terjadi di daerah pesisir sedangkan budaya asli wilayah pedalaman Papua Barat masih kental karena dijaga dengan sangat ketat dari interfensi bangsa asing. Salah satu contoh budaya asli Papua Barat dalam bidang kesenian adalah alat musik Guoto.

Dilansir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Guoto adalah alat musik kordofon atau yang dimainkan dengan cara dipetik dan suaranya berasal dari getaran dawai atau senar yang dipetik.

Baca juga: Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guoto merupakan alat musik yang sangat sederhana dan modern ini keberadaannya sulit untuk ditemui. Guoto terbuat dari bilah bambu yang telah dikeringkan. Kulit bambu tersebut kemudian disisit menggunakan pisau untuk membentuk senar.

Jadi, senar Guoto berasal dari kayunya sendiri bukan dengan dawai seperti alat musik petik lain. Jumlah senar pada Guoto biasanya berjumlah empat, keempat senar tersebut memiliki jarak yang sama antar satu sama lainnya.

Setelah senar dibuat, maka diberikan kayu kecil dibagian bawah senar. Kayu kecil ini bertujuan untuk memberikan ketegangan pada senar.

Ganjalan kayu tersebut diatur variasinya agar setiap senar dapat mengeluarkan suara yang bereda-beda saat dipetik. Kedua pangkal dan ujung senar Guoto biasanya diikat oleh tali yang terbuat dari rotan, maupun kulit lembu yang terlah dikeringkan.

Guoto dimainkan dengan cara dipetik dan dipukul agar bisa menghasilkan suara yang unik. Permainan Guoto biasanya dilakukan dengan instrument musik tradisional Papua Barat lainnya untuk menyambut tamu, mengiringin tari, dan juga ritual adat setempat.

Baca juga: Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X