Kompas.com - 17/05/2021, 10:00 WIB
[Tangkapan Layar] Ladolado, alat musik khas Sulawesi Tenggara Youtube/ Utak Atik Otak[Tangkapan Layar] Ladolado, alat musik khas Sulawesi Tenggara

KOMPAS.com - Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi Indonesia yang beribukota Kendari yang terletak di pesisirnya.

Amirul Muminin dkk dalam jurnal berjudul Perancangan Game Budaya Sulawesi Tenggara Petualangan Haluoleo (2020), menyebutkan bahwa Sulawesi Tenggara diduduki banyak suku dengan tiga suku terbesar yaitu Suku Tolaki, Suku Buton, dan Suku Muna serta suku lainnya seperti Wawonii, Moronere, Muna, Kalisusu, Walio, dan Cia-cia.

Ketiga suku besar tersebut dengan suku-suku lainnya membangun kebudayaan asli Sulawesi Tenggara. Kebudayaan Sulawesi Tenggara juga dipengaruhi oleh bangsa asing yang memasukinya lewat Kendari.

Baca juga: Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Kendari sejak masa kolonialisme Belanda merupakan kota kerajaan, pusat perdagangan dan kota pelabuhan besar yang menampung kapal-kapal laut antar pulau. Walau dimasukin bangsa asing, kebudayaan asli Sulawesi Tenggara masih bisa dinikmati.

Alat musik ladolado dari Sulawesi Tenggarabudaya-indonesia.org Alat musik ladolado dari Sulawesi Tenggara

Salah satu kebudayaan asli Sulawesi Tenggara dalam bidang kesenian adalah alat musik Ladolado. Dilansir dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ladolado adalah alat musik petik tradisional yang bentuknya menyerupai gitar dan gambus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lado-lado terbuat dari kayu yang dibentuk seperti gitar dan sangat mirip dengan gambus. Lado-lado dilengkapi dengan empat budah dawai atau senar yang diikatkan ke kayu berbentuk oval di bagian bawah ladolado.

Ladolado juga memiliki pemutar kayu di bagian atasnya untuk mengatur ketegangan senar agar dapat menghasilkan nada yang merdu. Ladolado dimainkan dengan cara digesek seperti halnya biola.

Baca juga: Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Ladolado digunakan untuk mengiringi upacara adap dan sebagai hiburan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Namun dewasa ini ladolado sangat sulit ditemukan baik di Sulawesi Tenggaranya sendiri, ladolado biasanya hanya dapat ditemukan di museum-museum.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X