Kompas.com - 16/05/2021, 11:17 WIB
Sinar matahari di Kota Rjukan, Norwegia bobo.grid.id/Hanna VivaldiSinar matahari di Kota Rjukan, Norwegia

KOMPAS.com - Setiap makhluk hidup tanpa terkecuali tentunya membutuhkan sinar matahari. Tanpa disadari, sinar matahari berperan sangat penting dan telah memberi banyak manfaat bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Namun, ternyata ada beberapa tempat di dunia yang jarang tersentuh sinar matahari. Beberapa lokasi ini hampir selalu diselimuti kegelapan atau awan mendung dan memiliki suhu udara yang cenderung lebih dingin dibanding tempat lainnya.

Di mana sajakah tempat itu? Berikut daftar lima tempat di dunia yang jarang tersentuh sinar matahari.

Rjukan, Norwegia

Mengutip dari The Guardian, lokasi geografis Rjukan, Norwegia, dikelilingi pegunungan tinggi, sehingga tempat ini menjadi jarang tersentuh sinar matahari.

Warga Rjukan tidak mendapat sinar matahari yang cukup selama kurang lebih enam bulan, dari akhir September hingga pertengahan Maret.

Baca juga: Mata Uang Tertua di Dunia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kegelapan di Rjukan perlahan sirna, semenjak tiga cermin besar bertenaga surya dipasang di ketinggian 450 meter di atas kota. Cermin ini dikendalikan komputer, sehingga bisa digerakkan mengikuti arah sinar matahari.

Setidaknya, cermin ini berhasil membuat bagian vital Rjukan, yakni daerah alun-alun di kota ini mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak selalu diselimuti kegelapan.

City Hall, Barrow, Alaskapinterest.com/]Migang City Hall, Barrow, Alaska
Utqiagvik atau Barrow di Alaska

Melansir CNN, Utqiagvik atau yang dulunya bernama Barrow terletak di Alaska Utara. Tempat ini diselimuti kegelapan tanpa sinar matahari selama 65 hari atau yang sering dikenal dengan malam kutub. Istilah ini disematkan untuk wilayah tanpa sinar matahari selama lebih dari 24 jam.

Lokasinya yang hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari lingkaran Kutub Utara, menyebabkan Utqiagvik tidak disinari matahari selama dua bulan atau 65 hari.

Uniknya, setelah mengalami malam kutub, tempat ini juga akan terus menerus cerah dan tidak akan melihat matahari terbenam selama berbulan-bulan.

Baca juga: Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X