Kompas.com - 12/05/2021, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Sejarah tukang cukur di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Kota Garut ataupun Madura. Disadari ataupun tidak, mayoritas tukang cukur di Indonesia berasal dari dua wilayah tersebut.

Biasanya tukang cukur asal Garut akan membuka praktik jasanya di daerah Jakarta, dengan menyebutkan nama ASGAR atau Asli Garut. Sedangkan tukang cukur Madura lebih sering membuka usahanya di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Pertanyaannya, kenapa tukang cukur kebanyakan berasal dari Madura dan Garut?

Menurut Achmad San dalam buku Lebih Dekat Kumelihat Indonesia (2019), tukang cukur menjadi profesi pilihan utama bagi warga Garut dan Madura untuk bertahan hidup, setelah mengungsi dari peristiwa pemberontakan dan konflik di wilayah mereka.

Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Garut, Jawa Barat, menyebabkan banyak warga Garut mengungsi ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri. Agar bisa bertahan hidup, mereka memilih tukang cukur sebagai pekerjaan utamanya.

Karena kesuksesannya, banyak anak muda Garut yang akhirnya menggeluti usaha jasa cukur rambut. Sehingga saat ini mudah ditemui banyak tukang cukur rambut asal Garut di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Kisah Kepunahan Harimau Bali

Tukang cukur Madura

Lalu, bagaimana dengan tukang cukur asal Madura?

Dalam buku Indonesia Poenja Tjerita (2016) karya Sejarah RI, disebutkan jika konflik Trunojoyo dan Amangkurat II pada 1677, menjadi cikal bakal munculnya usaha cukur rambut khas Madura di berbagai daerah di Indonesia.

Adanya konflik tersebut menyebabkan pengikut Trunojoyo bermigrasi dan tidak ingin kembali lagi ke Madura. Mereka mengungsi di berbagai wilayah dan menjadikan jasa cukur rambut sebagai pekerjaan utamanya untuk bertahan hidup.

Pada 1911, orang Madura kebanyakan membuka jasanya ini di tepi jalan dan di bawah pohon besar di kawasan Surabaya.

Bahkan hingga saat ini, di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, masih bisa ditemui praktik cukur rambut seperti ini. Mereka hanya menggunakan kursi, cermin serta peralatan cukur seadanya untuk membuka praktik usaha ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.