Kompas.com - 11/05/2021, 12:58 WIB
Alat musik Kolintang Sulawesi Utara tribunmanadowiki.tribunnews.comAlat musik Kolintang Sulawesi Utara

KOMPAS.com - Minahasa adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang mayoritas masyarakatnya dihuni oleh Suku Minahasa.

Suku Minahasa adalah suku yang muncul dari peleburan berbagai Suku Bangsa yang masuk ke Sulawesi Utara.

Suku Minahasa memiliki kebudayaannya sendiri dimulai dari bahasa, adat istiadat, dan kesenian seperti tari serta alat musik. Salah satu alat musik tradisional Suku Minahasa Sulawesi Utara yang sangat terkenal adalah kolintang.

Ada suatu cerita rakyat Suku Minahasa tentang asal-mula ditemukannya alat musik kolintang. Dalam suatu desa di Minahasa terdapat seorang gadis yang sangat cantik dan pandai bernyanyi bernama Lintang.

Suatu hari Lintang dilamar oleh Makasiga seorang pemuda dan pengukir kayu. Dilansir dari Indonesia Kaya, Lintang menerima lamaran Makasiga dengan satu syarat yaitu Makasiga harus menemukan alat musik yang bunyinya lebih merdu dari seruling emas.

Baca juga: Daftar Alat Musik Tradisional di Indonesia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Makasiga berhasil menemukan alat musik tersebut yaitu cikal bal dari kolintang. Kolintang atau Kulintang adalah alat musik pukul khas Suku Minahasa yang terbuat dari kayu.

Raditya Wahyu Indariayana dalam skripsi berjudul Strategi Pembelajaran Musik Kolintang Bagi lansia di Desa Nyemoh Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang (2013), menyebutkan bahwa nama kolintang berasal dari bunyi tong (nada rendah), ting )nada tinggi), dan tang (nada tengah) yang dihasilkan instrument musik tersebut.

Sehingga orang-orang Minahasa menggunakan kata tong tong tang untuk menyebut alat musik tersebut, dari situlah lahir nama Kolintang.

Kolintang terdiri dari beberapa potongan kayu yang ringan (kayu bandaran, kayu kakinik, dan kayu telur). Kayu-kayu tersebut disusun berdasarkan panjangnya diatas sebuah rak kayu.

Kolintang dimainkan dengan cara dipukul oleh pemukul kayu dan akan menghasilkan bunyi-bunyi yang merdu. Kolintang biasanya tidak dimainkan sendiri melainkan secara bersamaan.

Baca juga: Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Dominica Diniafiat dan Ambrosius M. Loho dalam jurnal berjudul Nilai Filosofis-Kulturan Musik Kolintang (2020), menyebutkan bahwa Kolintang yang dimainkan bersama-sama dan menghasilkan nada harmonis memiliki nilai filosofis budaya kehidupan berkelompok Suku Minahasa yang diperkuat oleh gotong-royong, kekeluargaan, dan keselarasan untuk hidup bersama.

Alat musik kolintang dalam budaya Suku Minahasa digunakan dalam ritual dan upacara adat yang bertujuan pada pemujaan leluhur Minahasa. Eksistensi Kolintang menghilang kurang lebih selama seratus tahun saat agama Kristen masuk ke daerah Minahasa dan dihidupkan kembali setelah perang dunia ke-2 oleh seorang tokoh bernama Nelwan Katuuk.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X