Kompas.com - 10/05/2021, 14:38 WIB
Gong kebyar Wanita Lila Bhuana Desa Bebetin, Kabupaten Buleleng, mengisi pementasan di Buleleng Festival 2015, Kamis (6/8/2015) petang, di Singaraja. Mereka salah satu sekaa (kelompok) yang masih mempertahankan gamelan gong kebyar dengan pacek. Gamelan gong kebyar asli Buleleng ini terancam punah, dan pemerintah daerah didorong untuk merevitalisasi. Berdasarkan penelitian, gong kebyar Buleleng dengan gamelan pacek muncul pertama kali 100 tahun lalu. KOMPAS/AYU SULISTYOWATIGong kebyar Wanita Lila Bhuana Desa Bebetin, Kabupaten Buleleng, mengisi pementasan di Buleleng Festival 2015, Kamis (6/8/2015) petang, di Singaraja. Mereka salah satu sekaa (kelompok) yang masih mempertahankan gamelan gong kebyar dengan pacek. Gamelan gong kebyar asli Buleleng ini terancam punah, dan pemerintah daerah didorong untuk merevitalisasi. Berdasarkan penelitian, gong kebyar Buleleng dengan gamelan pacek muncul pertama kali 100 tahun lalu.

KOMPAS.com - Bali tidak hanya memiliki keindahan alam saja, melainkan juga mempunyai keberagaman budaya. Salah satunya bisa dilihat dari alat musik tradisional Bali yang beraneka ragam.

Setiap alat musik tradisional di Bali memiliki bahan pembuatan dan cara memainkannya masing-masing. Sehingga hal ini menjadikan alat musik tersebut memiliki keunikannya tersendiri.

Apa sajakah keunikan alat musik tradisional Bali?

  • Gamelan Bali

Salah satu contoh alat musik tradisional Bali ialah gamelan Bali. Alat musik ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebudayaan masyarakat Bali.

Menurut Sila Widhyatama dalam jurnal Pola Ilmbal Gamelan Bali dalam Kelompok Musik Perkusi Cooperland di Kota Semarang (2012), gamelan Bali sering digunakan dalam berbagai upacara ritual atau adat, seperti “Potong Gigi” dan lain sebagainya. Sama seperti di Jawa, gamelan Bali juga memiliki banyak instrumen atau alat. Cara memainkan tiap alatnya pun berbeda.

Baca juga: Daftar Alat Musik Tradisional di Indonesia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keunikan utama dari gamelan Bali ialah perbedaan prinsip dalam memainkan tiap alat musiknya. Perbedaan ini didasarkan pada jenis upacara ritual dan lokasinya. Artinya cara memainkan gamelan Bali ditentukan oleh lokasi daerahnya serta jenis upacara ritualnya.

Keunikan lain dari gamelan Bali ialah karakter suaranya yang cenderung kuat dan ritme musiknya cepat. Ceng-ceng merupakan salah satu alat musik dalam gamelan Bali. Ceng-ceng memiliki suara nyaring dan dimainkan dengan cepat, sehingga membuat gamelan Bali memiliki ritme musik yang cepat.

  • Rindik

Selain gamelan Bali, provinsi ini juga memiliki alat musik tradisional berupa rindik. Melansir dari situs Portal Informasi Indonesia, rindik sudah ada sejak jatuhnya Kerajaan Majapahit.

Rindik merupakan alat musik pukul yang terbuat dari bambu dan biasanya dimainkan oleh dua hingga lima orang.

Dulunya rindik sering digunakan untuk menghibur para petani di sawah serta hiburan rakyat. Namun, kini alat musik tersebut sering digunakan dalam acara pernikahan, penyambutan tamu dan dalam berbagai acara lainnya.

Baca juga: Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X