Kompas.com - 08/05/2021, 14:00 WIB
Aurora Selatan/Australis di Langit Queenstown, Selandia Baru. ShutterstockAurora Selatan/Australis di Langit Queenstown, Selandia Baru.

KOMPAS.comFenomena aurora membuat siapa saja yang melihatnya terpukau dengan keindahan cahaya di langit, khususnya saat malam. Sayangnya, fenomena ini hanya bisa disaksikan di langit sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Aurora Borealis atau cahaya utara merupakan sebutan untuk fenomena aurora yang terjadi di sekitar Kutub Utara. Sedangkan Aurora Australis atau cahaya selatan menjadi sebutan untuk fenomena aurora di sekitar Kutub Selatan.

Dikutip dari NASA Space Place, fenomena aurora terjadi karena matahari banyak mengirimkan energi lain serta partikel kecil ke bumi, dalam jumlah yang tidak sama.

Manusia bisa terlindungi dari sebagian besar energi dan partikel tersebut karena adanya medan magnet pelindung di sekitar bumi.

Baca juga: 5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Terkadang dalam mengirimkan energi dan partikel kecil ke bumi, matahari mengeluarkan gelembung gas elektrifikasi yang bisa bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gelembung gas tersebut biasanya dikeluarkan saat fase pelepasan coronal mass saat badai matahari terjadi.

Ketika badai matahari berlangsung, sebagian energi dan partikel kecil tersebut bergerak menuju atmosfer bumi lewat garis medan magnet di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Pada saat itulah, partikel matahari berinteraksi dengan gas di atmosfer bumi.

Sehingga menimbulkan cahaya yang sangat indah di langit. Interaksi partikel dengan oksigen bisa mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan merah. Sedangkan interaksi dengan gas nitrogen bisa menghasilkan cahaya biru serta ungu.

Apakah fenomena aurora berbahaya?

Dilansir dari situs Hurtigruten: Antartica & Artic Expeditions, fenomena aurora tidak berbahaya bagi manusia yang melihatnya dari tanah, karena aurora terjadi di atmosfer bumi. Sehingga tidak menimbulkan dampak buruk secara langsung bagi kehidupan manusia.

Baca juga: Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Walau tidak berdampak buruk secara langsung, namun kehadiran aurora bisa membawa dampak negatif pada infrastruktur dan teknologi. Karena aurora memiliki muatan partikel listrik yang bisa mencapai tanah.

Dalam keadaan yang sangat ekstrem, partikel listrik dari aurora bisa memengaruhi saluran listrik, jaringan pipa minyak dan gas, jaringan komputer serta sistem iCloud.

Aurora yang disertai badai magnet dahsyat bisa mengganggu jaringan komunikasi manusia serta meledakkan kabel listrik.

Saat aurora terjadi, atmosfer bumi sedikit mengembang. Sehingga ketika ada satelit atau pesawat ruang angkasa yang sedang terbang rendah, hal ini bisa memperlambat kecepatannya dan membuat mereka jatuh kembali ke bumi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X