Kompas.com - 07/05/2021, 14:23 WIB
Kelompok gamelan unjuk kreativitas dalam soft opening Gamelan Bersama Masyarakat dan Pelajar rangkaian gelaran Internasional Gamelan Festival (IGF) 2018 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKelompok gamelan unjuk kreativitas dalam soft opening Gamelan Bersama Masyarakat dan Pelajar rangkaian gelaran Internasional Gamelan Festival (IGF) 2018 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018).

KOMPAS.com - Jawa Tengah dan Yogyakarta sama-sama memiliki gamelan sebagai salah satu alat musik tradisionalnya. Alat musik tradisional ini telah dikenal tidak hanya di tingkat nasional, namun hingga ke mancanegara.

Mengutip dari buku Gamelan Digul di Balik Sosok Seorang Pejuang: Hubungan antara Indonesia dengan Australia (2002) karya Margaret J. Kartomi, kata gamelan berasal dari Bahasa Jawa gamel yang berarti memukul atau menabuh.

Kata gamel ini kemudian diberi akhiran ‘an’ untuk menunjukkan kata benda. Gamelan bisa dimaknai sebagai seperangkat alat musik yang dipukul atau ditabuh. Alat musik tradisional ini diperkirakan sudah ada semenjak 404 Masehi.

Dalam jurnal Pelarasan Gamelan Jawa (2018) karya Risnandar, disebutkan jika gamelan Jawa memiliki sistem nada slendro dan pelog. Slendro berarti lima nada dan pelog berarti tujuh nada.

Dua sistem nada ini diatur berdasarkan jarak nadanya. Biasanya laras slendro memiliki jarak nada yang sama. Sedangkan laras pelog memiliki jarak nada yang lebar serta pendek.

Baca juga: Gamelan, Alat Musik Tradisional yang Mendunia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gamelan Jawa hingga saat ini masih sering digunakan untuk mengiringi acara kebudayaan, seperti pertunjukan musik, pagelaran wayang hingga acara pernikahan yang menggunakan adat Jawa. 

Untuk Gamelan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebenarnya tidak memiliki perbedaan. Karena alat musik yang dibutuhkan sama dan cara memainkannya pun kurang lebih hampir sama. Selain itu, Gamelan Jawa Tengah dan Yogyakarta juga sering digunakan dalam berbagai acara kebudayaan.

Melansir dari situs Kraton Jogja, instrumen dalam gamelan meliputi beberapa alat musik, seperti gendang, bonang, panerus, gender, gambang, suling, siter, clempung, slenthem, demung, saron, gong, kenong, kethuk, japan, kempyang, kempul dan peking.

Berikut penjelasan beberapa alat musik gamelan yang dikutip dari situs Encyclopedia Jakarta:

  1. Gendang
    Alat musik ini berfungsi untuk mengatur irama serta tempo gendhing yang sedang dimainkan. Gendang dimainkan dengan cara ditabuh atau dipukul menggunakan telapak tangan pada bagian permukaannya.
  2. Gong
    Alat musik ini berfungsi sebagai pemangku irama dan menguatkan gendang saat menentukan bentuk gending. Gong dibunyikan untuk menandai dimulai dan berakhirnya sebuah gending.
  3. Suling
    Alat musik ini berfungsi sebagai penentu nada. Suling tebruat dari bambu dan dimainkan dengan cara ditiup.
  4. Gambang
    Alat musik ini berfungsi untuk memperindah lagu serta sebagai pembuka gending. Gambang dimainkan dengan cara dipukul dengan alat khusus bernama tabuh.
  5. Bonang
    Alat musik ini berjumlah 14 buah dan terbuat dari perunggu. Bonang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat khusus yang bagian ujungnya dilapisi karet atau kain.
  6. Siter
    Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Siter memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah pertunjukan gamelan. Jika ada sedikit kesalahan dalam memainkannya, bisa berpengaruh pada seluruh permainan musik gamelan.
  7. Rebab
    Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek. Rebab sering digunakan sebagai penuntun arah lagu penyanyi sinden, khususnya dalam tabuhan yang lirih.
  8. Kenong
    Alat musik ini terbuat dari logam kuningan dan dimainkan dengan cara dipukul. Kenong berfungsi untuk menegaskan irama serta mengatur tempo dari gending yang sedang dimainkan.
  9. Kempul
    Alat musik ini mirip seperti gong, hanya saja ukurannya lebih kecil. Kempul berfungsi untuk menegaskan irama dalam sebuah permainan gending.
  10. Kethuk
    Alat musik ini berfungsi untuk menjaga irama agar tetap harmonis. Kethuk dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat khusus yang bagian ujungnya telah diberi kain tebal.

Baca juga: Alat-Alat Musik Pengiring Tari Jawa


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Skola
Cara Menyusun Neraca Pegawai

Cara Menyusun Neraca Pegawai

Skola
Ruang Lingkup Pemasaran

Ruang Lingkup Pemasaran

Skola
Apa itu Carding?

Apa itu Carding?

Skola
Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Skola
Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Skola
6 Unsur Manajemen

6 Unsur Manajemen

Skola
Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Skola
Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Skola
Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Skola
Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Skola
Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Skola
Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Skola
Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Skola
Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Skola
komentar
Close Ads X