Kompas.com - 05/05/2021, 13:37 WIB
[Tangkapan Layar] Rumah Adat Bali Youtube/ Majalah Bobo[Tangkapan Layar] Rumah Adat Bali

KOMPAS.comBali tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya saja, tetapi juga kekayaan budaya serta tradisinya. Kekayaan budaya di Bali terlihat jelas dari berbagai jenis rumah adat yang ada di Pulau Dewata ini.

Rumah adat atau rumah tradisional di Bali tidak hanya digunakan untuk kehidupan sehari-hari saja. Namun, juga ditujukan sebagai sarana untuk pelaksanaan kegiatan ibadah serta upacara adat.

Menurut D.C. Tyas dalam buku Rumah Adat Indonesia (2010), rumah adat di Bali dibangun dengan menggunakan aturan asta kosala kosali. Aturan ini kurang lebih hampir sama dengan penggunaan fengsui dalam budaya Tionghoa.

Asta kosala kosali dijadikan pedoman dalam pembangunan rumah tradisional di Bali. Mulai dari teknik pengukuran luas bangunan hingga sesajen yang dipakai dalam upacara bangunan. Pedoman ini harus diketahui dengan jelas oleh undagi atau seorang arsitek tradisional Bali.

Melansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, asta kosala kosali diterapkan dengan menggunakan anatomi tubuh manusia, yakni sang pemilik rumah atau tanah untuk penataan lahan tempat tinggalnya.

Penggunaan anatomi tubuh pemilik rumah ini dihitung dengan ukuran tubuh dan tidak menggunakan satuan internasional. Contohnya acengkang atau alengkat yang diukur dari ujung telunjuk hingga ibu jari tangan yang direntangkan, dan lain sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain menggunakan asta kosala kosali, rumah adat Bali juga terkenal dengan hiasan atau ukiran pada bangunannya. Hal ini semakin menjadikan rumah tradisional Bali semakin unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Berikut beberapa contoh rumah adat Bali:

Mengutip dari Rumah Tradisional Bali karya I Nyoman Sudiarta, Bale Dangin merupakan rumah adat Bali yang posisinya berada di timur. Bangunan ini terdiri dari dua belas tiang yang disusun masing-masing sebanyak empat buah sehingga menjadi dua balai.

Masing-masing balai tersebut menghadap ke arah timur. Namun, jika hanya ada satu balai, maka posisinya berada di tepi atau tengah. Fungsi utama Bale Dangin ialah sebagai tempat upacara adat dan juga bisa digunakan sebagai tempat tidur.

  • Bale Delod

Dalam Arsitektur Bali Minimalis (2019) karya I Wayan Suky Luxiana, Bale Delod posisinya terletak di sebelah selatan. Fungsi utama Bale Delod adalah untuk tempat penerimaan tamu, pelaksanaan kegiatan adat, bale kematian serta tempat meletakkan jenazah anggota keluarga yang meninggal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X